BERBAGI
Foto : Ilustrasi

CIANJUR, Warta Nasional – Lima ratusan penghuni Lapas kelas IIB Cianjur, Jawa Barat, akan menyalurkan aspirasinya di dua TPS yang ada, meskipun sebagian besar belum mengetahui dan mengenal calon yang akan dipilih pada pemilu 17 April.

Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, mengatakan hingga dua hari menjelang pemilu 17 April, warga binaan hanya mendapatkan sosialiasasi dari KPU Cianjur.

“Isinya tatacara pemilihan pada Pemilu 2019 bagi warga binaan. Meskipun caranya sama, namun sebagian besar tidak tahu siapa saja calon yang akan bertarung mulai dari tingkat daerah sampai presiden,” katanya, senin (15/04/2019)

Warga binaan yang memiliki hak pilih pada pemilu kal ini, sebanyak 500 orang, terbagi dalam dua TPS yang sebelumnya hanya satu TPS, dan baru mendapat sosialisasi terkait tata cara pencoblosan serta jenis surat suara.

“Untuk sosialisasi daftar calon, baik untuk DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPD, DPR RI, ataupun presiden dan wakil presiden hingga saat ini belum pernah dilakukan,” ungkapnya.

Selama ini, tambah dia, pihaknya hanya mengandalkan KPU dalam melakukan sosialisasi karena lapas bukan kawasan bebas untuk berkampanye terlebih untuk perorangan.

Meskipun akses informasi sulit masuk, namun pihaknya menjamin tidak ada penggiringan suara di Lapas Cianjur karena saat pelaksanaan akan ada saksi dan pengawas di TPS.

“Kami pastikan berjalan jujur aman dan lancar, tidak ada yang namanya penggiringan suara untuk memenangkan salah satu calon peserta pemilu,” ujarnya.

Ketua KPU Cianjur, Hilman Wahyudi, mengatakan selama ini kewenangan KPU hanya sebatas sosialisasi untuk hal teknis, tidak sampai mensosialisasikan calon berikut visa dan misinya.

“Kami hanya melakukan sosialiasasi teknis terkait pemilihan dan jumlah surat suara. Untuk lain-lainnya bukan kewenangan kami, sehingga aksesnya cukup terbatas,” pungkasnya.