BERBAGI
Foto: Istimewa

PURWOKERTO, Warta Nasional – Pengembangan sektor pariwisata akan membangkitkan ekonomi kreatif di sekitar destinasi wisata, kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Asis Kusumandani.

“Oleh karena itu, kami terus mendorong pengembangan sektor pariwisata dan membina pokdarwis (kelompok sadar wisata) agar bisa memberdayakan masyarakat sehingga dapat menumbuhkan kegiatan ekonomi kreatif,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (16/04/2019).

Ia mengatakan, pihaknya tengah mendorong pengembangan salah satu destinasi wisata di Desa Kaliwangi, Kecamatan Purwojati, berupa Padepokan Gunung Laos.

Menurut dia, destinasi wisata yang dikembangkan masyarakat setempat ternyata dikunjungi banyak wisatawan dari berbagai daerah untuk melaksanakan kegiatan mancakrida (outbound).

“Kami berharap akan ada semacam paket wisata yang dapat ditawarkan ke Kaliwangi karena di sana juga terdapat budi daya lebah madu. Dengan demikian, wisatawan yang mengikuti kegiatan ‘outbound’ dapat mempelajari budi daya lebah madu hingga proses memeras madu,” ujarnya.

Bahkan, kata dia, madu alami yang dijamin keasliannya itu pun bisa dijual kepada wisatawan yang datang berkunjung ke Desa Kaliwangi.

Selain itu, masyarakat setempat juga bisa membuat makanan maupun minuman dari madu sehingga dapat memberikan nilai tambah.

“Dengan demikian, ekonomi kreatif pun akan muncul di sekitar destinasi wisata. Wisatawan juga akan lebih tertarik membelinya karena mereka tahu bahwa madu yang dibelinya benar-benar asli,” ungkapnya.

 Asis mengatakan, pengembangan sektor pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat tersebut juga akan dilakukan di sejumlah wilayah Banyumas agar dapat menumbuhkan sumber-sumber ekonomi baru.

Terkait dengan hal itu, kata dia, pihaknya bersama sejumlah instansi dalam waktu dekat akan melakukan studi banding ke Kota Bandung, Jawa Barat, dalam rangka pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata di Kabupaten Banyumas.

“Insya Allah pada April ini atau setelah pemilu, kami akan ke Bandung karena pengelolaan ekonomi kreatif dan pariwisata di sana sudah tergolong maju. Kami ingin mempelajarinya dengan harapan bisa dipraktikkan di Banyumas,” pungkasnya. (Ant/WN)