BERBAGI
Mantan pPresiden Peru Alan Garcia. (Foto: Ist)

LIMA PERU, Warta Nasional – Mantan presiden Peru Alan Garcia menembak dirinya di kepala Rabu guna menghindari penangkapan dengan tuduhan suap dari perusahaan pembangunan Brazil, Odebrecht, tindakan paling dramatis dalam skandal suap terbesar di Amerika Latin.

Garcia, tokoh kharismatik yang memainkan peran penting dalam politik Peru selama lebih dari tiga dasawarsa, meninggal di satu rumah sakit dalam usia 69 tahun setelah menembak dirinya di rumahnya di Ibu Kota Peru, Lima, ketika polisi tiba dengan membawa surat penangkapan.

Kematian Garcia mengejutkan negara Andes tersebut, yang telah menyaksikan peralihannya dari tokoh sayap-kiri yang dipilih menjadi presiden dalam usia 36 tahun menjadi pahlawan pasar-bebas yang meraih masa jabatan kedua pada 2006.

Politikus garang yang dipandang sebagai salah seorang orator terbaik Amerika Latin, telah lama menghadapi tuduhan suap, yang ia bantah sebagai noda politik tanpa dasar.

“Jaksa penuntut yang menyelidiki Odebrecht mengumpulkan cukup bukti untuk meyakinkan dikeluarkannya perintah hakim pada pekan ini untuk menahan Garcia di tahanan pra-peradilan, sementara mereka bersiap menuntut dia,” kata Reuters, yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis (18/04/2019)

Konglomerat pembangunan milik keluarga, memicu penyelidikan di seluruh Amerika Latin setelah perusahaan itu mengakui secara terbuka pada penghujung 2016 bahwa Odebrecht telah meraih kontrak yang menggiurkan di wilayah tersebut dengan menyuap politisi. Mantan pejabat Odebrecht sekarang bekerjasama dengan jaksa sebagai informan.

Penyelidikan di Peru telah bertambah cepat pada beberapa bulan belakangan; seorang hakim pekan lalu memerintahkan seorang mantan presiden, Pedro Pablo Kuczynski, dipenjarakan sebelum pengadilan sehubungan dengan perusahaan tersebut.

“Yang lain mungkin menjual diri, bukan saya,” kata Garcia.

Ia mengulangi pernyataan yang seringkali ia gunakan saat pesaing politiknya terjerat skandal dalam beberapa tahun belakangan ini.

Dalam satu wawancara, ia mengatakan ia tidak takut terhadap penyelidikan.

“saya percaya pada kehidupan setelah kematian,” pungkasnya. (Ant/WN)