BERBAGI
ilustrasi/istimewa

Surabaya, Warta Nasional – Pameran lukisan yang menggabungkan goresan lukisan putih di atas hitam dengan aplikasi gawai atau digital hadir di Surabaya, tepatnya di Wisma Art dan Galeri, Jalan Tegalsari Surabaya, Senin (22/04/2019) malam.

Pelaku pameran, seninam Doddy Hernanto atau yang akrab dipanggil Mr D di mengatakan lukisan digital bertema “white on black” itu ingin menyampaikan pesan bahwa dalam setiap karya seni, seorang perupa bisa secara langsung menikmat isi konten melalui teknologi terkini.

“Jangan menilai karya dari goresannya, sebab di sini ada lapis kedua yang merupakan tahapan modern dari karya seni, yakni aplikasi gawai yang harus diunduh supaya pesan dalam lukisan tersampaikan secara kekinian,” katanya.

Setiap hasil lukisan yang dipamerkan, kata dia, bisa di-scan dengan aplikasi Snapcard lalu akan tampak kontennya animasi dan video seni tentang penjelasan filosofi dari sebuah karya lukis.

Lukisan digital yang dipamerkan, kata dia, memberikan sesuatu ruang yang berbeda dan ada sebanyak 24 sket lukisan yang dipamerkan dengan berbagai gambar dan pesan.

“Ada beberapa ilustrasi yang mengandung filosofi dalam lukisan tersebut dan itu bisa dinikmati melalui gawai para pengunjung,” kata Mr D, yang juga dikenal dengan gitaris satu jari tersebut.

Salah satu pengunjung atau penikmat karya seni, Anietayu, mengaku kagum dengan karya lukis putih di atas hitam yang modern.

Ia mengaku baru pertama kali menikmati pameran lukisan dengan sentuhan modern dari gambar-gambar sederhana.

“Keren, awalnya saya kira cuma papan lukisan, namun ada sesuatu di baliknya dan itu bisa diketahui melalui gawai atau telepon pintar,” ujarnya.

Pameran di Wisma Tegalsari digelar hingga 27 April 2019, kemudian dilanjutkan ke Maxxone Hotel Jalan Dharmahusada selama sebulan dan Hotel Luminor Jalan Prapen Surabaya.

“Setelah keliling Surabaya, kami juga akan menggelar pameran serupa di Jawa Barat dan Jawa Tengah,” pungkasnya. (Ant/WN)