BERBAGI
Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jateng, Anik Sholihatun. (Foto: WN)

SEMARANG, Warta Nasional – Sebanyak 288 tempat pemungutan suara (TPS) harus menghitung ulang, karena terjadi pergeseran unsur pemungutan suara.

“Di hari ketujuh, ada 288 TPS yang harus menghitung ulang, tergantung pemilunya, jika yg tdk valid itu presiden dan wakil presiden maka itu lah yg harus di hitung ulang” kata Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jateng, Anik Sholihatun.

Ia mengatakan dari 288 TPS, kata dia rekor tertinggi ada di purworejo kasus penghitungan ulang suara.

“Rekor tertinggi kasus penghitungan ulang suara ada di Purworejo sebanyak 54,” ujarnya.

Bawaslu, kata dia menyuruh 35 TPS menghitung ulang di TPS saat itu juga.

“35 TPS, kami suruh hitung ulang saat itu juga,” ungkapnya.

Ia menuturkan bagi bawaslu prasyarat pemilu hadir setidaknya ada 5P berintegritas.

“5P berintegritas ini, pemilu, penyelenggara, pemerintah, pemilih dan pers harus berintegritas. Sepanjang 5P itu saling mendukung, pemilu kita jadi demokrasi yang prosedural,” ungkapnya

Ia berharap pemilu di Jateng tidak hanya sukses proses dan hasilnya saja, namun juga jajaran juga harus selamat.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar, mengatakan dalam pesta demokrasi ini pers  menjadi bagian cukup senter.

“Pers saat Indonesia pesta demokrasi ini menjadi senter, ini merupakan perubahan pilar 4 dan pilar 5,” katanya.

Saat ini, kata dia, pemilu sudah usai tugas media sebagaimana mengawal proses rekapitulasi dengan memberikan pemberitaan yang objektif.

“Pemilu sudah usai saat ini tugas media harus mengawal, memberitakan secara objektif, jujur dan transparan,” pungkasnya.

Media mampu dan harus menyukseskan pemilu karena berbagai alasan pemilu hampir di semua negara (WN-002)

Editor: Astrid Novia