BERBAGI
Presiden, Donald Trump, Foto: Istimewa

ALABAMA AMERIKA SERIKAT, Warta Nasional.com – Senat Negara Bagian Alabama menyetujui undang – undang yang akan melarang pengguguran kandungan dengan alasan apa pun, kecuali untuk keselamatan dan kesehatan ibu.

Undang-undang tersebut juga merupakan upaya agar Mahkamah Agung Amerika Serikat mempertimbangkan ulang masalah hak perempuan untuk mengggugurkan kandungan.

Dewan Perwakilan Rakyat Alabama sebelumnya telah menyetujui undang-undang tersebut dan sekarang akan diteruskan kepada Gubernur Key Ivey dari Partai Republik, yang menahan untuk berkomentar, apakah dia akan menandatanganinya, namun secara umum dia sangat menentang aborsi.

Undang-undang 25-6, yang disetujui itu, akan berlaku efektif enam bulan setelah gubernur menandatanganinya, tetapi pasti akan menghadapi tantangan hukum dari Serikat Kebebasan Warga Amerika Serikat dan kelompok-kelompok lain yang mengatakan akan menggugat.

Peraturan yang membatasi hak-hak aborsi telah diberlakukan pada 16 negara bagian pada tahun ini, empat gubernur yang telah menandatangani undang-undang tersebut menyatakan melarang pengguguran kandungan manakala detak jantung janin sudah bisa dideteksi.

Undang-undang Alabama tersebut lebih jauh lagi melarang aborsi pada tahap waktu mana pun.

Mereka yang melakukan aborsi akan digolongkan melakukan kejahatan besar yang dapat dihukum antara 10 hingga 99 tahun penjara. Namun perempuan yang kandungannya digugurkan tidak akan dikenakan pertanggungjawaban pidana.

Senat Alabama, yang dikendalikan oleh Partai Republik, juga mengalahkan pertahanan Demokrat yang mencari pengesahan aborsi bagi perempuan dan gadis-gadis yang hamil akibat perkosaan dan hubungan sedarah.

Penyeru Anti-aborsi mafhum bahwa setiap bentuk hukum yang disetujui adalah tantangan dan pengadilan pada tahun ini telah memblokir dengan ketat hukum di Kentucky dan Iowa –yang meluluskan undang-undang semacam itu tahun lalu.

Namun para pendukung larangan Alabama mengatakan bahwa hak hidup bagi anak-anak yang belum terlahir melampaui hak-hak yang lain, suatu gagasan yang akan mereka uji. (Ant/WN)