BERBAGI
Destinasi Lembah Asri, Desa Serang. (Foto: Ist)

PURBALINGGA, Warta Nasional – Pengelola destinasi Lembah Asri, Desa Serang, Purbalingga, Jawa Tengah,  mengintensifkan program wisata edukasi untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke lokasi tersebut.

“Kami mengintensifkan wisata edukasi atau eduwisata sebagai alternatif destinasi yang dapat menarik minat wisatawan khususnya generasi muda dan anak-anak,” kata Kepala Desa Wisata Serang, Sugito, Kamis (16/05/2019).

Dia menjelaskan, selama ini Lembah Asri Serang terkenal sebagai lokasi agrowisata karena memiliki banyak wahana pendukung misalkan pengunjung dapat memetik sekaligus menikmati buah stroberi dan tanaman lainnya.

“Pada saat ini kami sedang mengembangkan taman kelinci, tujuannya sebagai wisata edukasi bagi anak-anak untuk mengenal hewan dan makanan apa yang dikonsumsi hewan tersebut,” ujarnya.

Taman kelinci tersebut, kata dia, tengah memasuki proses pengerjaan dan diharapkan dapat tuntas menjelang Lebaran 2019.

“Taman kelinci ini kami dirikan di atas lahan seluas 5.000 meter persegi di dalam area Lembah Asri Serang, dan kami berharap pengerjaannya akan segera tuntas menjelang Lebaran ini,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya telah mempersiapkan 100 kelinci yang akan ditempatkan di taman tersebut.

“Kami berharap para pengunjung khususnya anak-anak akan menyukai taman tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, pengamat pariwisata Universitas Jenderal Soedirman Chusmeru mengatakan wisata edukasi adalah konsep dan kegiatan yang memadukan unsur wisata atau rekreasi dan muatan pendidikan atau edukasi.

“Wisata edukasi bisa dilakukan sebagai salah satu bentuk ekstrakulikuler sekolah maupun bagian dari rencana pembelajaran mulai dari SD hingga SMA bahkan perguruan tinggi,” katanya.

Bentuk kegiatan wisata edukasi, kata dia, bisa dalam ruang seperti museum, laboratorium, galeri seni budaya, studio, gedung kesenian atau teater dan sebagainya.

Bisa juga luar ruang seperti taman rekreasi, kebun binatang, monumen, candi, perkebunan, hutan, danau, pantai, sungai, gua, konser musik, festival seni, dan karnaval.

“Wisata edukasi bisa disesuaikan antara bidang ilmu yang dipelajari di sekolah dengan tema wisatanya, misalnya ilmu sejarah ke museum atau monumen, ilmu biologi atau botani ke taman, perkebunan, kebun binatang dan sebagainya,” pungkasnya. (Ant/WN)