BERBAGI
Dialog Bersama DPRD Kota Semarang. (Foto: WN)

Semarang, Warta Nasional – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang H. Wiwin Subiyono, SH menilai sistem zonasi mampu meratakan pendidikan antar sekolah di kota Semarang, karena menurutnya dengan zonasi tidak ada lagi kategori sekolah favorit dan sekolah pinggiran.

“Zonasi ini merupakan program pemerintah untuk meratakan semua pendidikan artinya tidak ada sekolah favorit dan sekolah pinggiran,” katanya di Semarang pada Senin (20/05/2019).

Perbedaan paling mencolok adalah ketika dulu seorang murid mendapatkan NEM tinggi dapat mendaftar dimana saja namun dengan sistem zonasi kali ini siswa sudah ditentukan dalam mendaftar sekolah berdasarkan tempat tinggalnya.

“Kalau dulu NEM tinggi mampu mendaftar dimana saja tapi sekarang dengan zonasi sudah ditentukan,” ujarnya.

Wiwin juga mengatakan bahwa diperlukannya pemberitahuan yang ekstra tentang sistem ini, tidak hanya melalui online namun juga secara langsung agar semua lapisan masyarakat tidak kebingungan dalam mendaftarkan anaknya sekolah.

’Tetapi informasi tentang zonasi ini harus bisa sampai ke para orang tua peserta didik, mungkin di internet sudah ada tapi perlu juga ditempel di sekolahan karena tidak semua orang memegang hp cangih.”

“Dengan begitu nantinya para orang tua akan tau saya warga disini untuk zonasi anak saya harus mendaftar disini agar mereka tidak kebingungan,” ucapnya.

Wiwin juga memuji kinerja Dinas Pendidikan Kota Semarang yang dinilai baik terkait dalam persisapan penerimaan peserta didik baru di Semarang tahun ini, yang menurutnya lebih baik ketimbang tahun lalu.

“Saya melihat persiapan penerimaan peserta didik baru di Semarang cukup bagus, misalnya berkaitan dengan zonasi dan warga miskin berbeda dengan tahun lalu ketika carut marut tentang surat miskin orang kaya mengaku miskin,” pungkasnya. (WN-001)

Editor: Sandhika