BERBAGI
ilustrasi

BANDUNG, Warta Nasional – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat  menerjunkan ribuan petugas kesehatan yang akan disiagakan  untuk menghadapi arus mudik yang berpotensi mengakibatkan pemudik mengalami kelelahan.

Kepala Bidang Pelayanan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Rita Kartika, mengatakan para petugas kesehatan tersebut akan diterjunkan ke berbagai titik kemacetan sepekan sebelum Lebaran.

“Tidak bebeda jauh dari tahun kemarin, ada 4,759 perawat, untuk dokternya ada 1,123, kemudian sopir dan tenaga kesehatan lainnya itu 2,554 petugas,” kata Rita di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jumat (24/05/2019) Kemarin.

Berdasarkan data, RSHS pada tahun kemarin ada sebanyak 1,862 pasien yang diterima selama sepekan sebelum dan sesudah Lebaran. Rata-rata per harinya RSHS menerima 116 pasien dengan tiga diagnosa terbanyak adalah trauma kepala, dispepsia, dan hipertensi.

Rita juga mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk nantinya bisa memperbarui data sejumlah kecelakaan. Selain itu pihaknya juga, kata dia, akan bersiaga untuk mempersiapkan hal-hal lain seperti yang tidak terduga seperti bencana.

“Kemudian kita juga meminta mereka untuk update data tentang apa yang terjadi di posko-posko kesehatan, kita juga dari Dinkes melakukan monitoring evaluasi,” katanya.

Selain itu, menurutnya pihak petugas kesehatan juga membutuhkan ambulans motor. Karena apabila terjadi kemacetan, kata dia, mobilitas ambulans mobil cukup terhambat.

“Kalau lagi macet, mau pake ambulans dengan sirine apapun akan susah, karena kita tahu sendiri daerah padat seperti Cipali,” ujarnya.

Sementara itu Kabid Dokkes Polda Jabar, Kombes Arios Bismark mengatakan pihak kepolisian juga menyiagakan petugas kesehatan saat melakukan patroli mudik.

“Karena kita terbatas personel, jadi kita laksanakan patroli biar bisa menjangkau, satu tim kita siapkan dokter dan perawat,” kata Arios.

Dengan demikian ia mengimbau kepada para pemudik jangan melakukan kegiatan yang bisa menyebabkan kemacetan seperti berhenti di bahu jalan tol dan yang lainnya. Ia juga mengimbau kepada para petugas kesehatan untuk selalu menjaga kesehatannya sendiri.

“Sebagai petugas itu menjaga kesehatan diri sendiri dulu, gimana mau bekerja kalau kita sendiri tidak sehat. Saya juga mengimbau para pemudik untuk mengikuti aturan, jangan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang menyebabkan kemacetan,” pungkasnya. (Ant/WN)