BERBAGI
Produser dan Jurnalis Australian Broadcasting Corporation (ABC) Archicco Guilianno (Foto : Millati Warnas)

SEMARANG, Warta Nasional – Produser dan Jurnalis Australian Broadcasting Corporation (ABC) Archicco Guilianno meminta anak-anak millennial di zaman sekarang untuk lebih kritis terhadap lingkungan. Hal itu dikarenakan banyaknya konten hoaks melalui media sosial yang dibuat oleh anak-anak millennial.

“Pesan saya untuk adik-adik, mereka untuk lebih aware atau kritis dengan lingkungan. Zaman dulu jurnalis yang filter, kalau sekarang semua orang punya akses untuk informasi, sehingga kemungkinan besar menimbulkan konten hoaks,” tutur Chicco saat ditemui wartawan wartanasional.com usai mengisi Press Conference Festival Komunikasi dan Edukasi di Auditorium Ir Widjatmoko Universitas Semarang (USM), di Semarang, Rabu (26/6/2019).

Chicco juga berpendapat, hoaks sudah sering terjadi hampir di semua media, bahkan tidak dapat dipungkiri kembali bahwa fenomena tersebut setiap hari pasti ada. Oleh karena itu perlu difikirkan dahulu, apakah itu baik, apakah itu benar, apakah itu perlu untuk di-share, ada salah satu yang meragukan. Maka tidak perlu untuk di-share.

“Menangani hoaks. Selalu menurutku harus kita fikirkan dahulu, apakah itu baik, apakah itu benar, apakah itu perlu untuk di-share, kalau seandainya memang salah satunya menurut kita meragukan. Jadi ya tidak perlu di-share,” tutur Chicco yang juga sebagai Mentor di Festival Komunikasi dan Edukasi.

Chicco berharap berkembangnya media sosial yang semakin banyak, seharusnya mampu membuat anak-anak millenial untuk lebih kreatif membuat konten, namun juga harus diiringi dengan rasa tanggung jawab. Hal itu diperlukan agar tidak menjadi bola liar.

“I think when we become populer. Saya rasa ketika kita menjadi terkenal, kita juga harus diiringi dengan tanggung jawab, sehingga ketika kita bikin konten, ketika ngepost sesuatu di youtube, instagram atau media sosial lainya. Itu diiringi dengan tanggung jawab, sehingga tidak akan terjadi hoaks,” pungkasnya. (WN-002)

Pewarta : Millati Azka
Editor : Hanifah