BERBAGI
Pedagang Sayur (Ist)

PADANG, Warta Nasional – Dinas Pangan Kota Padang bekerja sama dengan Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) serta Toko Tani Indonesia (TTI) akan menggelar operasi pasar (OP) sebagai salah satu upaya mengantisipasi harga cabai yang belum stabil. OP digelar 17 Juli 2019 mendatang di Toko Tani Indonesia Center di Air Pacah, Padang, Sumbar.

Kepala Dinas Pangan Kota Padang, Syahrial Kamat mengatakan, pada OP kali ini akan disediakan sekitar 2 ton cabai yang akan dibanderol dengan harga Rp 40 ribu perkilogramnya.

“Cabai tersebut dari Kota Padang dan luar Kota Padang, serta dari luar provinsi, seperti Curup, Bengkulu, Kerinci dan Jawa, yang nantinya turut disubsidi oleh Pemerintah Provinsi Sumbar,” katanya, dilansir InfoPublik, Minggu (14/7).

Tidak stabilnya harga cabai pada saat ini diprediksi karena cuaca yang kurang baik di beberapa kota pemasok cabai, seperti Jawa dan Bali. Kedua daerah ini telah sebulan lebih mengalami musim kemarau, sehingga memengaruhi harga cabai di Sumatera Barat saat ini.

Syahrial juga menambahkan, gerakan bertanam cabai pada polibek yang dicanangkan beberapa waktu lalu, mesti terus dilakukan warga.

“Minimal 10 polibek setiap rumah, hal ini akan turut membantu keuangan rumah tangga kedepannya, sebab harga cabai berfluktuasi karena pengaruh cuaca dan minimnya produksi cabai di Sumatera Barat hingga mencapai 35 ton pertahun. Sedangkan kebutuhan lebih dari itu, maka cabai dikirim dari luar untuk melengkapi kebutuhan,” pungskanya. (WN-008)