BERBAGI
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso, (Foto: Ist)

SEMARANG, Warta Nasional – DPRD Kota Semarang menyoroti sejumlah kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, salah satunya berkaitan dengan proses lelang dan penganggaran beberapa proyek yang sedikit mengalami keterlambatan.

Tidak jarang, proyek yang harusnya dianggarkan dan dikerjakan pada APBD Murni menjadi tertunda akibat proses lelang yang mengalami jadwal yang mundur.

Proses ini berakibat pada pengerjaan sejumlah proyek yang mengalami penundaan. Untuk itu, pemkot diminta agar dapat membuat skala prioritas pekerjaan pembangunan proyek.

”Kinerja pemkot secara keseluruhan sebenarnya sudah berlangsung baik. Hanya saja, perlu ada pembenahan di beberapa kesempatan,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso di Semarang, (12/08/2019).

Joko menyebutkan, misalnya saja, proses lelang proyek masih ada beberapa yang mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah ditentukan.

“Untuk itu, pemkot perlu membuat skala prioritas, proyek mana saja yang harus didahulukan untuk dikerjakan di tahun ini,” ujarnya.

Menurut Politisi Gerindra itu, Pemkot Semarang hendaknya bisa meniru kinerja dari pemerintah pusat yang dapat langsung bekerja setelah anggaran selesai digedok di dewan. Proyek pun dapat dilaksanakan karena anggaran sudah bisa dicairkan terlebih dulu.

Hanya saja, Ia meyampaikan tidak merinci, proyek-proyek apa saja yang mengalami keterlambatan selama lima tahun terakhir di Kota Semarang.

”Penundaan beberapa proyek pada awal 2019 ini, ternyata belakangan diketahui karena adanya rasionalisasi anggaran yang mengalami defisit. Padahal, beberapa diantaranya telah dicantumkan dalam anggaran APBD,” kata dia.

Joko Santoso menambahkan, penganggaran bagi proyek yang tertunda ini mungkin bisa diusulkan kembali dan menjadi daftar prioritas untuk dilaksanakan pada APBD Perubahan 2019. (WN-007)

Editor : Tri Wahyu