BERBAGI
ilustrasi

PONTIANAK, Warta Nasional – Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Kalbar mengembangkan tanaman hortikultura yaitu bawang putih di daerah perbatasan di Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang.

“Untuk 2019 ini, selain pengembangan bawang merah dan cabai, di Kecamatan Tujuh Belas juga mendapat program pengembangan bawang putih seluas 25 hektare yang dikembangkan di Desa Pisak,” ujar Kabid Hortikultura Distan TPH Kalbar, Endang Kusumayanti di Pontianak, Jumat.

Endang menjelaskan bahwa dengan ketinggian Desa Pisak yakni sekitar 400 meter dari permukaan laut, pihaknya optimistis pengembangan bawang putih akan berhasil.

“Pengembangan bawang putih tersebut hanya di Kabupaten Bengkayang, bahkan se-Kalimantan, hanya Kabupaten Bengkayang yang mendapatkan program,” katanya.

Secara umum ia menjelaskan bahwa Kecamatan Tujuh Belas memiliki empat desa yakni Desa Pisak, Desa Kamuh, Desa Sinar Tebudak dan Desa Bengkilu memiliki potensi besar untuk pengembangan hortikultura.

“Potensi tanaman hortikultura untuk pengembangan komoditas hortikultura sangat besar di kecamatan tersebut besar. Oleh karena itu terus kita dorong dan bantu dengan program,” papar dia.

Ia mencontohkan potensi tanaman hortikultura tersebut tomat, terong, jahe, cabai, timun. Selain tanaman hortikultura juga tanaman lain seperti petai, buah alpukat serta durian.

“Untuk pemasaran komoditas hortikultura selain untuk memenuhi kebutuhan Kabupaten Bengkayang, juga dipasarkan ke Kota Pontianak dan beberapa kabupaten atau kota terdekat seperti Sambas, Singkawang dan Landak. Bahkan juga ke pasar Malaysia,” paparnya..

Sementara untuk komoditas bawang merah pengembangannya seluas 245 hektare melalui sumber pendanaan APBN.

“Kita masih tetap mengembangkan bawang merah tahun 2019 ini. Ada 245 hektare yang dalam budidayanya tersebar di 14 kabupaten atau kota yang ada di Kalbar,” katanya.

Ia menjelaskan dilihat dari jumlah luas, Kabupaten Kubu Raya dan Sambas yang paling tinggi dalam pengembangan bawang merah tersebut.

“Kedua kabupaten tersebut masing-masing mendapat kuota 25 hektare. Sisanya baru daerah lainnya,” katanya. (Ant/WN-002)