BERBAGI
Ist

CIANJUR, Warta Nasional – BPBD Cianjur, Jawa Barat, mengerahkan 60 personel gabungan untuk melakukan pencarian dua nelayan warga Kampung Cikakap, Desa Tanjungsari, Kecamatan Agrabinta, Cianjur, yang dilaporkan hilang terbawa gelombang pantai selatan.

“60 personel gabungan terdiri dari 12 anggota Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jabar, dua orang anggota BPBD Cianjur, dibantu anggota TNI/Polri dan warga sekitar,” kata Sekretaris BPBD Cianjur Sugeng Supriyatno pada wartawan Jumat (23/8).

Memasuki hari kedua pencarian nelayan yang dilaporkan hilang saat hendak mencari udang ke tengah laut atas nama Sanusi (48) dan Muslih (20) difokuskan beberapa radius dari lokasi dilaporkan hilang.

“Tim juga melakukan penyisiran sepanjang pantai di Desa Tanjungsari, hingga ke arah barat pesisir pantai Desa Sinarlaut berjarak 11 kilometer yang berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Pencarian hari kedua sempat dihentikan menjelang siang karena terkendala cuaca buruk dengan ketinggian gelombang mencapai tujuh meter dan angin mencapai 15 knot.

“Meskipun terkendala cuaca, namun pencarian terhadap dua orang nelayan akan terus dilakukan hingga tujuh hari ke depan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” katanya.

Sedangkan dua orang nelayan selamat Iman (27) dan Ikin (20) hingga saat ini masih menjalani perawatan di Puskesmas Agrabinta..”Korban selamat masih menjalani rawat inap di Puskesmas setempat,” katanya.

Seperti diberitakan Tim gabungan bersama nelayan di Pantai Lugina, Cianjur, masih mencari dua orang nelayan yang dilaporkan hilang terbawa arus ketika kapal yang mereka tumpangi terbalik.

Berdasarkan informasi warga, kecelakaan kapal terjadi pada pukul 07.00 WIB, saat itu empat orang nelayan Cikakap hendak berangkat melaut mencari udang menggunakan perahu congkreng.

Baru beberapa ratus meter dari bibir pantai kapal pencari udang yang ditumpangi empat orang nelayan terbalik akibat dihantam gelombang yang cukup tinggi.

Dua orang berhasil selamat atas nama Ikin bin Udin (20) dan Iman bin Udin (27), sedangkan dua orang lainnya atas nama Sanusi bin Islam (45) dan Muslih bin Ano (28) dilaporkan hilang terbawa arus. (Ant/WN-001)