BERBAGI
Rombongan General Department of Mass Communication Bangladesh mengunjungi sistem "smart City" Kota Denpasar.(Istimewa)

DENPASAR, Warta Nasional – Pemerintah Kota Denpasar, Provinsi Bali menerima kunjungan delegasi Local Government Division Ministry of Local Goverment Rural Government and Cooperative Bangladesh untuk belajar pengembangan ekonomi kreatif (ekraf).

Delegasi dari Bangladesh yang dipimpin oleh Joint Secretary, Local Government Division Md Khairul Islam didampingi Chief Executive Officer District Council and Deputy Secretary Bangladesh Sharmin Jahan itu diterima Asisten I Pemerintah Kota Denpasar Made Toya, didampingi Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswati, di Denpasar, Senin (9/9).

Chief Executive Officer District Council and Deputy Secretary Bangladesh Sharmin Jahan,mengaku sangat kagum dengan program Kota Denpasar yang memiliki inovasi, khususnya dalam bidang pengembangan ekonomi kreatif.

“Dari video yang dipaparkan, saya rasa itu sangat interaktif, dan saya ingin banyak belajar tentang ekonomi kreatif, orange economy, dalam meningkatkan hal tersebut dan kami sangat tertarik. Saya kira ini sangat bermanfaat dan kami akan menerapkan ini di negara kami,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten I Pemerintah Kota Denpasar I Made Toya mengatakan Pemerintah Kota Denpasar menyambut baik kedatangan sahabat-sahabat dari Bangladesh.

“Kunjungan ini tentu semakin mempererat jalinan silahturahmi antar-negara, dan dapat saling bertukar informasi khususnya terkait dengan inovasi-inovasi,” katanya.

Made Toya menyampaikan Denpasar memang memiliki konsep penerapan ekonomi kreatif dan mengutamakan partisipasi masyarakat. “Adanya Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Kota Denpasar, fasilitas ruang publik dan kreativitas untuk masyarakat juga menjadi inovasi kami kepada masyarakat,” ujarnya.

Kepala Bagian Kerjasama Pemerintah Kota Denpasar, Laxmy Saraswati dalam kesempatan tersebut memaparkan visi misi Pemerintah Kota Denpasar sekaligus program-program inovasi Denpasar dalam membingkai ekonomi kreatif berbasis budaya. (Ant/WN-001)