BERBAGI

SEMARANG, Warta Nasional – Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menjalin kerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Tengah membekali mahasiswa semester akhir dengan materi jurnalistik secara komprehensif, baik teori maupun praktik.

Mahasiswa juga dibekali materi teori dan praktik penulisan pendapat hukum (legal opinion) yang diberikan oleh dosen dan praktisi hukum berpengalaman.

Sekolah Jurnalistik PWI Jateng yang diikuti 192 mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Unissula semester tersebut merupakan angkatan VIII.

Ketua PWI Jateng, Amir Machmud NS menyatakan kemampuan menulis yang dimiliki oleh alumni perguruan tinggi akan memberi nilai tambah bagi sarjana ketika berada dalam dunia kerja.

“Alumni dalam disipilin ilmu apa pun, akan punya nilai tambah sekaligus menjadi pembeda dengan yang lain bila mereka membekali diri dengan kemampuan menulis,” katanya dalam pembukaan Sekolah Jurnalistik PWI Jateng di Unissula, Semarang, Jumat (13/09).

Amir mengungkapkan sarjana hukum dengan kemampuan menulis yang baik akan mampu menyajikan legal opinion yang lebih baik.

“Jadi, mengikuti Sekolah Jurnalistik ini merupakan kesempatan terbaik yang patut dimanfaatkan,” ujar Amir, sarjana hukum yang juga tersohor sebagai kolumnis sepak bola.

Sementara itu, Wakil Dekan 2 Fakultas Hukum Unissula, Arpangi, menegaskan pentingnya sarjana hukum memiliki kemampuan menulis karena keterampilan ini menjadi bagian tak terpisahkan ketika memasuki dunia kerja.

Pada sesi pertama SJPWI Jateng itu menghadirkan dua pengajar yakni wartawan senior Sri Mulyadi dan Achmad Zaenal M. Keduanya menyajikan materi konvergensi media.

“Media agar tetap bisa eksis dan relevan dengan zaman sekarang mau tidak mau harus menerapkan konvergensi, agar secara konten bisa diterima khalayak dan secara bisnis juga berkembang,” ujar Sri Mulyadi.

Dosen SJPWI Jateng, Achmad Zaenal M menyatakan perkembangan dunia digital yang begitu cepat menyebabkan jagat media berubah pesat pula.

“Perubahan dahsyat ini mengubah cara kerja wartawan dan redaktur. Begitu pula pemilik media, mereka harus beradaptasi agar medianya tetap eksis sebagai entitas industri,” pungkasnya. (WN/Ant)

Editor : Wahyuningsih