BERBAGI
Founder Edukasi Pemalang, dr. H Muchamad Nur Aziz (Foto: Dok Pribadi)

PEMALANG, Warta Nasional – Founder Edukasi Pemalang, dr HM Nur Aziz mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah melakukan penandatang nota kesepahaman tentang Implementasi pendidikan antikorupsi sebagai upaya membangun generasi antikorupsi.

Penandatanganan nota kesepahaman terkait Implementasi Pendidikan antikorupsi dilakukan pada kegiatan “Roadshow Bus KPK 2019 Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi” yang berada di Bale Tawang Arum, Surakarta, Jumat (27/9/2019) lalu.

Dokter Aziz sapaan akrab dr. H Muchamad Nur Aziz, Sp.PD. KGH. FINASIM mengatakan, kerja sama ini sangat penting karena akan berdampak pada birokrasi bersih terumata di sektor pendidikan di Kabupaten Pemalang, sehingga nantinya benar-benar terwujud Pemalang yang bersih.

“Berharap kerja sama antara Pemkab Pemalang dan KPK dapat tercipta birokrasi bersih dan membentuk generasi muda yang memiliki integritas dan antikorupsi, sehingga terwujud Pemalang Apik, Apik sekabehane,” kata Pendiri RS Prima Medika Pemalang itu kepada wartanasional.com di Pemalang, Ahad (29/09).

Lanjut dokter Aziz, berharap pendidikan antikorupsi bisa masuk dalam muatan lokal pada pendidikan karakter di sekolah. Adapun untuk materi maupun kurikulum antikorupsi dapat mengadopsi dari lembaga antirasuah.

“Ini harus bisa diterapkan di sekolah dari tingkat dasar hingga menengah di Kabupaten Pemalang, supaya nantinya minimal 5 tahun mendatang bisa benar-benar melahirkan generasi antikorupsi,” harapnya.

Selain itu, dokter Aziz menambahkan, perlu adanya sistem aplikasi secara elektronik yang mudah diakses, sehingga mendukung kinerja pelayanan birokrasi seperti daerah lain yang sudah memiliki seperti e-budgeting, e-planing, e-bansos bahkan sampai dengan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah secara elektronik.

“Berharap kedepannya Pemalang dapat menciptakan transparansi birokrasi dan anggaran yang mudah diakses, sehingga masyarakat bisa mengetahuinya,” pungkasnya. (WN-168)

Editor : Hanifah