BERBAGI
Seorang warga mengambil air di Sungai Ciujung, Lebak, Banten untuk keperluan MCK akibat kemarau panjang.(Istimewa)

LEBAK, Warta Nasional – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat secara bergiliran karena keterbatasan alat pengangkut berupa kendaraan tangki.

“Kita memiliki sebanyak tiga unit kendaraan tangki dengan kapasitas 18.000 liter,” kata pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak Madias di Lebak, Minggu.

Ia menjelaskan bantuan air bersih itu didistribusikan secara bergiliran ke desa-desa yang dilanda krisis air bersih akibat musim kemarau panjang.

BPBD memberlakukan jadwal pendistribusian air bersih, seperti Jumat-Sabtu ke wilayah selatan Lebak dengan jarak tempuh 110-150 kilometer.

Selama ini, kata dia, masyarakat yang mengajukan permohonan air bersih tercatat 19 kecamatan.

Ia menjelaskan di sejumlah daerah itu mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang. Kemarau panjang menyebabkan air bawah tanah, seperti sumur timba, “jetpump”, dan sumber air di daerah-daerah tersebut mengering.

Sebanyak 19 kecamatan yang dilanda krisis air bersih, antara lain Sajira, Cipanas, Bojongmanik, Leuwidamar, Cirinten, Warunggunung, Gunungkencana, Cihara, Wanasalam, dan Panggarangan.

Selain itu, Kecamatan Bayah, Cigemblong, Cijaku, Cilograng, Cimarga, Muncang, Bayah, Cilograng, dan Cibadak.

“Semua warga yang mengajukan permohonan air bersih itu diketahui aparatur kecamatan dan desa,” kata dia.

Ia mengatakan hingga saat ini masih terjadi krisis air bersih di Kabupaten Lebak karena daerah setempat belum memasuki musim hujan.

Kemungkinan, kata dia, jika satu pekan ke depan tidak turun hujan, daerah krisis air bersih bertambah.

Untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK), kata dia, warga setempat saat ini terpaksa memanfaatkan aliran sungai atau membuat lubang di tepi sekitar aliran sungai guna menampung air.

Selain itu, mereka mengantre sejak dinihari di sumber air setempat, dan ada juga yang memanfaatkan air kolam dengan kondisi air yang sudah berubah warna menjadi hijau.

BPBD Lebak menetapkan status siaga bencana kekeringan dengan menyalurkan bantuan air bersih.

“Kami tetap berkomitmen untuk mendistribusikan air bersih agar masyarakat terlayani dengan baik,” katanya.

Sejumlah warga Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak mengaku bersyukur mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD setempat.

Warga setempat sudah tiga bulan terakhir dilanda krisis air bersih akibat kemarau panjang.

BPBD mendistribusikan air bersih selama dua pekan sekali, sehingga warga menggunakan air Sungai Cisimeut.

“Kami sangat senang mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD dan mencukupi dua hari untuk kebutuhan MCK,” katanya. (Ant/WN)