BERBAGI
Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Andi Hanindito. (Istimewa)

JAKARTA, Warta Nasional – Kementerian Sosial (Kemsos) RI menyebut Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) sebagai ujung tombak yang menentukan keberhasilan pelayanan kesejahteraan sosial bagi lanjut usia.

“Salah satu pilar sosial yang sangat aktif bergerak di lapangan dalam pelayanan terhadap lanjut usia adalah Lembaga Kesejahteraan Sosial,” kata Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Andi Hanindito di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan dalam pelayanan sosial tersebut, LKS telah berkembang dan memiliki spesialisasi pelayanan seperti LKS anak untuk urusan anak, LKS disabilitas untuk menangani para penyandang disabilitas, LKS NAPZA untuk mereka yang tersangkut masalah Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lain dan LKS untuk lanjut usia (LKS-LU).

LKS yang memberikan pelayanan bagi lanjut usia memiliki tiga klasifikasi ranah kegiatan di antaranya mereka yang fokus memberikan pelayanan langsung kepada lanjut usia, LKS-LU yang fokus mengkaji ide dan inovasi untuk meningkatkan pelayanan bagi lanjut usia dan LKS-LU yang fokus berkoordinasi menjembatani LKS dengan berbagai pihak seperti pemerintah, swasta atau dunia usaha dan masyarakat.

Hanindito memandang lanjut usia tidak lagi sebagai objek pembangunan, tetapi juga sebagai subjek pembangunan.

Lanjut usia, menurutnya, berhak untuk terlibat dan dilibatkan dalam upaya pembangunan.

“Lanjut usia merupakan figur yang memiliki pengetahuan dan kearifan berdasarkan pengalaman hidupnya,” ujarnya.

Karena itu, semua pihak perlu memgapresiasi sekaligus mendayagunakan mereka sebagai bagian dari subjek pembangunan.

Dan LKS hadir untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial yang dibutuhkan bagi mereka agar meningkatkan kemandirian, kesejahteraan dan martabat mereka.

“Mandiri, lansia diharapkan tidak lagi jadi beban. Sejahtera, lansianya tidak miskin. Bermartabat, masih dihargai oleh tiga generasi,” katanya. (Ant/WN)