BERBAGI
Ist

GUNUNG KIDUL, Warta Nasional – Realisasi pendapatan retribusi objek wisata di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencapai Rp18,011 miliar atau 72,4 persen dari target Rp27,832 miliar dari Januari hingga pertengahan Oktober.

Sekretaris Dispar Gunung Kidul Hari Sukmono di Gunung Kidul, Senin, mengatakan Dispar harus kerja keras untuk mencapai kekurangan sebesar Rp9,811 miliar dalam waktu 1,5 bulan.

“Semoga dapat tercapai,” kata Hari.

Ia mengatakan Dispar mematok jumlah pengunjung sebanyak 3.773.512 orang. Sementara itu, sampai dengan sekarang kunjungan wisatawan terealisasi 2.383.276 orang.

Untuk mengamankan target, penyumbang PAD terbesar pertama kawasan Pantai Selatan digenjot. Seperti diketahui, wisata bahari menjadi penyumbang terbesar, baik penghasilan maupun jumlah pengunjung yakni mencapai 90 persen. Disusul wisata minat khusus seperti Gua Pindul, Air Terjun Sri Getuk, Gunung Api Purba Nglanggeran, Puncak 4G, Green Village, Embung Batara Sriten.

“Libur akhir tahun salah satu harapan untuk mencapai target kunjungan wisata dan retribusi wisata,” katanya.

Dia mengatakan Dispar tidak ingin kegagalan capaian target tahun lalu terulang diwaktu sekarang. Dari target kunjungan sebanyak 3,5 juta pengunjung hanya terpenuhi 3,04 juta orang. Berdampak terhadap pendapatan daerah, karena dari target Rp28 miliar hanya terpenuhi Rp24,2 miliar.

“Penurunan mencolok di obyek wisata zona utara,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Emas Plumbungan Andri Purwanto tidak memungkiri, sekarang menjadi tahun terberat mendongkrak pendapatan. Wisata kuliner yang dikelola bersama dengan warga, belakangan lesu pengunjung.

Dia tidak ingin, trend penurunan jumlah kunjungan wisatawan hanya disikapi dengan biasa, dengan pertimbangan semua destinasi mangalami. Menurutnya, daya tarik wisata harus terus diperbarui agar pengunjung tidak bosan.

“Dalam waktu dekat kami akan mengumpulkan seluruh divisi yang ada di Pokdarwis Kampung Emas. Kami akan lakukan evaluasi besar-besaran,” katanya. (Ant/WN)