BERBAGI
Kepal Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid memantau pelaksanaan steril dan vaksinasi kucing liar mengantisipasi penyakit rabies di Kantor UPTD Pelayanan dan Pengujian Veteriner Distan Banten di Serang, Selasa(5/11/2019)(Istimewa)

SERANG, Warta Nasional – Dinas Pertanian Provinsi Banten melalui UPTD Pelayanan dan Pengujian Veteriner melakukan kegiatan sosial steril dan vaksin untuk hewan kucing dalam upaya menekan populasi kucing liar mengantisipasi penyakit rabies atau penyakit hewan yang menular pada manusia (zoonosis).

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid di Serang, Selasa mengatakan, dalam upaya melakukan antisipasi penyebaran penyakit hewan pada manusia, Pemerintah Provinsi Banten sudah berupaya melakukan langkah-langkah antisipasi seperti vaksinasi anjing serta sterilisasi dan vaksin bagi kucing liar yang berpotensi menyebabkan penyakit rabies.

“Rabies itu ditularkan oleh semua hewan bertaring termasuk kucingdan anjing. Nah kegiatan hari ini kami memfasilitasi bagi pecinta kucing kalanan melakukan steril untuk mengonteol populasinya,” kata Agus M Tauchid didampingi petugas medik veteriner UPTD Pelayanan dan Pengujian Veteriner Distan Banten drh. Novia Herwandi.

Menurut Agus, kucing jalanan populasinya tidak terkontrol dan terus bertambah sehingga beresiko peningkatan zoonosis.

Selain itu, kata dia, dengan dengan populasinya terua bertambah dari sisi kesejahteraan bagi hewan tersebut juga semakin berkurang karena akan mengalami persaingan.

“Setelah kita lakukan steril, kita liarkan kembali dan kucing tersebut tidak akan beranak-pinak,” katanya.

Sementara itu petugas medik veteriner UPTD Pelayanan dan Pengujian Veteriner drh Novia Herwandi mengatakan, kegiatan sosial steril kucing secara gratis tersebut sasarannya adalah para pecinta atau komunitas pecinta kucing jalanan dengan jumlah sebamyak 61 ekor kucing yang disteril.

“Kuotanya 60 ekor untuk hari ini, karna antusias yang masuk ada 61 ekor. Kami kerjasama dengan perhimpunan dokter hewan Provinsi Banten untuk tenaga dokter hewan-nya. Jumlahnya ada sekitar 20 orang dokter hewan dari pemerintah dan swasta,” kata Novia.

Ia mengatakan, secara teknis steril yang dilakukan pada hewan sama dengan pada manusia yakni dengan pengangkatan saluran refroduksinya. (Ant/WN)