BERBAGI
Siswa kelas I SDN II Aweh Kabupaten Lebak, Banten, mampu membaca, menulis, dan berhitung atau calistung melalui media pembelajaran hasil pengembangan Kurikulum 2013 (Kutilas) dalam upaya mempersiapkan SDM unggul dan berkarakter. (Istimewa)

LEBAK, Warta Nasional – Sekolah Dasar Negeri (SDN) II Aweh Kabupaten Lebak, Banten, menilai penerapan Kurikulum 2013 (Kutilas) dengan pola pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, serta menyenangkan mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkarakter mulia.

“Penerapan Kutilas yang dimulai kelas I sampai VI dinilai cukup berhasil untuk tingkatkan mutu dan kualitas pendidikan,” kata Kepala SDN II Aweh Kabupaten Lebak Nining ketika melakukan supervisi guru kelas I setempat di Lebak, Rabu (6/11).

Pengembangan pembelajaran Kutilas, menurut dia, untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang memiliki SDM unggul, berkarakter, tangguh, mandiri, dan madani.

Pola pembelajaran itu, lanjut dia, para siswa dapat menerima pendidikan yang aktif dan menyenangkan melalui media pembelajaran.

Ia mengatakan bahwa siswa kelas I pandai dan mampu membaca, menulis, dan berhitung atau calistung melalui alat media pembelajaran.

Mereka sangat aktif dan menyenangkan ketika guru mengangkat alat media calistung.

“Saya mengapresiasi hasil supervisi guru kelas I itu karena anak-anak mampu calistung meski 4 bulan penerimaan siswa baru (PSB),” katanya.

Pengembangan Kutilas, menurut dia, menghasilkan anak-anak yang memiliki kepandaian pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotorik).

Selama 2 tahun terakhir ini, Nining menilai pengembangan Kutilas secara empirik berhasil untuk mempersiapkan mutu dan kualitas pendidikan.

Oleh karena itu, sebanyak 250 siswa dengan delapan guru wajib menerapkan Kutilas untuk mempersiapkan anak-anak yang unggul dan berkarakter.

“Kami bekerja keras ingin menghasilkan anak-anak yang berkualitas melalui pendidikan dasar itu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi mengatakan bahwa pihaknya sudah menerapkan pengembangan Kutilas 2 tahun terakhir untuk pendidikan jenjang SD dan SMP.

Dengan penerapan Kutilas, kata Wawan Ruswandi, anak-anak tidak menjadikan objek, tetapi mereka dituntut lebih kreatif dan inovatif, sedangkan guru hanya sebagai fasilitas.

Kebijakan pemerintah untuk menerapkan Kutilas, lanjut dia, bagian penguatan pendidikan karakter juga SDM unggul dan berkarakter dalam menghadapi abad 21.

“Penerapan Kutilas guru sebagai inspirator dan fasilitator hanya mengarahkan peserta didik agar memiliki kompetensi kemampuan analisis,” katanya.

Dengan demikian, kata dia, guru harus mampu menggunakan media pembelajaran agar siswa menguasai perubahan perkembangan zaman.

“Kami yakin melalui Kutilas akan melahirkan SDM unggul dan berkarakter serta mampu menjawab perkembangan era globalisasi,” katanya menjelaskan. (Ant/WN)