BERBAGI
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan Piala Bergilir Wali Kota kepada MTs Negeri I sebagai Juara Umum. (Istimewa)

PONTIANAK, Warta Nasional – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyatakan selain meningkatkan kualitas pendidikan, juga memberikan ruang seluas-luasnya untuk pelajar dalam menyalurkan minat dan bakatnya di berbagai bidang yang bertujuan untuk menggali potensi dan kemampuan yang dimiliki anak-anak Kota Pontianak.

“Sudah banyak siswa kita yang berprestasi, tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga tingkat provinsi, nasional bahkan internasional. Dalam waktu dekat dua orang siswa Pontianak juga akan mengikuti Kompetisi Roket Air Internasional di Jepang,” kata Edi Rusdi Kamtono saat menutup kegiatan Festival Seni Olimpiade Olahraga dan Sains (FSO2S) ke-26 di Halaman SMA Muhammadiyah I Pontianak, Kamis.

Dia juga mengapresiasi digelarnya FSO2S yang rutin digelar setiap tahun. Ia berharap melalui FSO2S ini para siswa bisa berkreasi sehingga bakat dan prestasi siswa yang ikut serta dalam festival ini bermunculan. “Selamat kepada para pemenang, bagi yang belum berkesempatan meraih juara, tingkatkan terus kemampuan kalian. Kita berharap anak-anak Pontianak membawa kebanggaan bagi Kota Pontianak,” katanya.

FSO2S digelar dalam rangkaian Hari Jadi Kota Pontianak ke-248 dan Milad Muhammadiyah ke-110. Atas nama Pemkot Pontianak, Edi mengucapkan selamat kepada Muhammadiyah yang memasuki Milad ke-110 itu.

Dia berharap kehadiran Muhammadiyah terus memberikan pencerahan, kecerdasan bagi anak bangsa. Pemkot Pontianak terus berkolaborasi dan bersinergi dalam meningkatkan kualitas SDM demi kemajuan Kota Pontianak. “Sesuai dengan program pemerintah, kita harus sudah tinggal landas dengan meningkatkan SDM yang ada,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah I Pontianak, Deni Hamdani mengatakan, tujuan digelarnya FSO2S ini selain memupuk silaturahim sesama pelajar terutama SMP yang ada di Kota Pontianak maupun Kabupaten Kubu Raya dan sekitarnya, juga untuk menggali potensi dan kemampuan yang ada pada siswa.

“FSO2S ini juga sebagai wadah siswa dalam menyalurkan, minat, bakat dan hobinya serta potensi yang mereka miliki, baik itu bidang seni, olahraga maupun sains,” katanya.

Pihaknya rutin menggelar FSO2S setiap tahunnya sebagai upaya menyediakan ruang bagi siswa dalam menggali potensi dan bakat yang mereka miliki. Dengan demikian, para siswa bisa menjadikan kegiatan ini sebagai ajang mengukir prestasi. “Jangan sampai kemampuan anak-anak itu terhambat karena tidak adan kegiatan untuk menunjukkan prestasi bagi siswa itu sendiri,” kata Deni.

Ia menambahkan, di SMA Muhammadiyah I yang dipimpinnya ini terdapat 25 kegiatan ekstrakurikuler. Dari jumlah itu, 80 persen berasal atas inisiasi siswa. “Tahun depan kemungkinan bisa bertambah atau berkurang, sesuai dengan kebutuhan siswa itu sendiri,” katanya. (Ant/WN)