BERBAGI
Founder Edukasi Pemalang, dr. H Much. Nur Aziz Sp.PD, KGH, FINASIM (Ist)

SEMARANG, Warta Nasional – Founder Edukasi Pemalang, dr H Much. Nur Aziz, mengungkapkan di era disrupsi saat ini Maulid Nabi Muhammad SAW sangat penting dijadikan sebagai sumber inspirasi serta motivasi umat dan bangsa.

“Momentum ini agar tidak kehilangan atau merasa tidak memiliki role model dalam menggerakkan kepemimpinan, mulai dari level rumah tangga hingga kepemimpinan negara,” katanya di sela-sela acara dalam rangka memeriahkan gema Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H di Masjid Al Washila, RSI Pemalang, Sabtu (9/11/2019).

Dokter Aziz sapaan akrab dr. H Much. Nur Aziz Sp.PD, KGH, FINASIM menyampaikan, kesuksesan Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin umat dan bangsa tidak hanya diakui kawan dan lawan, tetapi juga selalu menginspirasi para pemimpin dunia dari masa ke masa. Nabi Muhammad SAW menampilkan kepemimpinan heroik (heroic leadership), untuk itu kepribadian dan akhlaq nabi perlu dicontoh bagi para pemimpin saat ini.

“Banyaknya kepala daerah yang tersandung kasus korupsi, bahkan tidak amanah dalam menunaikan janji-janinya pada masa kampanye dulu, hal itu mencerminkan bahwa masih adanya kepala daerah atau pemimpin yang belum mencontoh sikap nabi Muhammad SAW,” imbuhnya.

Lanjut Dokter Aziz, momentum hari Maulid nabi Muhammad SAW ini sebagai inspirasi bahkan pengingat sebagai ummatnya, terutama bagi pemimpin baik pemimpin rumah tangga ataupun pemimpin kepala daerah.

“Beliau (Nabi) adalah pemimpin dunia paling berpengaruh, paling autentik, dan paling sukses sepanjang masa karena pengaruh dan pengikutnya hingga saat ini semakin berkembang pesat,” Ketua Takmir Masjid Al Washila Pemalang itu.

Dokter Aziz, juga mengajak para jamaah dan warga masyarakat di Pemalang untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum yang tepat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

“Mari kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, jadikan hari maulid nabi sebagai momentum yang tepat untuk meramaikan dan memakmurkan masjid,” pungkasnya (WN-008)

Editor : Hanifah