BERBAGI
Ketua Harian DPD I Partai Golkar Provinsi Jateng Dr. H.M. Iqbal Wibisono, S.H., M.H (ist)

SEMARANG, Warta Nasional – Merdeka, hidup atau mati merupakan kalimat terakhir dalam pidato Bung Tomo pada tanggal 10 November 1945 menjadi penyemangat arek-arek Suraboya untuk bangkit dan melawan penjajahan.

Dengan keyakinan yang tinggi, serta semboyan merdeka atau mati, arek-arek Surabaya pantang menyerah dan dengan gagah berani melawan penjajah di Surabaya.

Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng, Dr H.M Iqbal Wibisono, SH, MH mengungkapkan, kata hidup atau mati berarti hanya ada dua pilihan, karena untuk melawan Imperialisme penjajah yang ingin berkuasa kembali. Hal yang demikian tentu membutuhkan pengorbanan harta dan nyawa.

“Tidak sedikit para pahlwan menjadi suhada pada 10 November 1945, dengan Allah hu Akbar berarti memberikan inspirsai dan semangat bawa tidak ada yang lebih Besar dari yang Maha kuasa,” kata Iqbal Wibisono kepada wartanasional.com di Semarang, Minggu (10/11).

M Iqbal mengatakan, tidak ada Bangsa yang lebih hebat, kuat dan dihalalkan untuk menguasai dan menindas bangsa lain termasuk sekutu sakalipun harus hengkang dari bumi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Seiring dengan perjalanan waktu tidak terasa 10 November 1945, sudah genap 74 Tahun. Sudah saatnya bangsa Indonesia harus menjadi bangsa yang besar,” ujarnya.

Menjadi Negara yang sejahtera, adil dan makmur baik moril maupun sepirituil, lanjut Iqbal, untuk mewujudkan itu semua memerlukan pengorbanan dan kerelaan anak bangsa untuk berperan sesuai dengan posisi masing-masing.

“Indonesia saat ini memiliki agenda besar yang harus dihadapi seperti halnya masalah politik, ekonomi maupun sosial dan budaya,” kata alumnus Program Doktor (S-3) Ilmu Hukum Fakultas Hukum UNDIP Semarang itu.

Masalah politik tantangan yang dihadapi adalah stabilitas. Menurut Iqbal, Bagaimana menjaga stabilitas ditengah dunia yang multikomplek atau mengelola solidaritas masyarakat bagi kemajuan bangsa.

Sedang disisi ekonomi, bagaimana menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam era globalisasi, sedang dari sisi sosial budaya tantangan yang dihadapi adalah pemerataan kesempatan berusaha bagi UMKM. Sedangkan pemerataan Penddikan dan Pemerataan Kesehatan bagi masyarakat dengan perkembangan IPTEK dan dalam rangka mengimplementasikan Nilai-nilai kepahlawanan.

“Anak bangsa harus berbuat terbaik untuk berlomba-lomba mengatasi problematika bangsa yang berkembang saat ini untuk menjadikan Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat dan bermartabat,” pungkasnya. (WN-008)

Editor : Hanifah