BERBAGI
Kepala Seksi Yankes Primer Mutu dan Akreditasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Dedi Saptari(Istimewa)

LEBAK, Warta Nasional – Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Banten, menargetkan semua puskesmas sebanyak 42 unit terakreditasi kategori utama, dasar dan madya untuk meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan kepada masyarakat.

“Kami bekerja keras untuk mencapai seluruh puskesmas di daerah itu terakreditasi,” kata Kepala Seksi Yankes Primer Mutu dan Akreditasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Dedi Saptari di Lebak, Senin.

Saat ini, puskesmas yang sudah terakreditasi sebanyak 36 unit dan diharapkan pada tahun 2020 semua puskesmas terakreditasi. Untuk itu, pihaknya kini terus meningkatkan kualitas dan mutu bagi puskesmas lainnya agar ke depan berstatus akreditasi.

Penilaian akreditasi itu cukup berat, ujarnya karena harus memenuhi sembilan kriteria yang dijadikan standar pelayanan kesehatan. Diantaranya, meliputi administrasi dan manajemen, kedua pelayanan upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan pelayanan upaya kesehatan per orang.

“Kami terus melakukan pembinaan ke puskesmas yang belum terakreditasi agar memenuhi penilaian persyaratan sembilan standar pelayanan mutu kesehatan,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, penilaian akreditasi puskesmas melibatkan Komisi Akreditasi Kementerian Kesehatan sehingga bisa dipertanggungjawabkan. “Komisi Akreditasi Kemenkes tersebut memiliki badan yang bisa dipercaya karena para anggotanya independen juga profesional di bidang pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Peningkatan akreditasi itu bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Selain itu, ditingkatkan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan memberikan keselamatan pasien dan melindungi masyarakat lingkungan dan juga fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) serta kinerja pada pelayanan.

Penilaian puskesmas terakreditasi juga secara berkesinambungan dengan sistem manajemen, sistem penyelenggaraan pelayanan dan program serta sistem manajemen resiko.

“Kami yakin jika pelayanan itu bermutu dan berkualitas maka akan terwujud derajat kesehatan masyarakat,” katanya. (Ant/WN)