BERBAGI
Bupati Temanggung M. Al Khadziq. (Foto: Ist)

TEMANGGUNG, Warta Nasional – Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah mengonsultasikan ke publik rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2021 dengan menyerap aspirasi dari masyarakat secara langsung.

Bupati Temanggung M. Al Khadziq di Temanggung, Senin, mengatakan program-program pada 2021 memang diawali dengan rencana kerja pemerintah daerah yang disusun mulai tahun ini.

Ia menyebut semua proses berangkat dari musrenbang tingkat desa/kelurahan, selanjutnya ke level atasnya, hingga RKPD akhirnya “out put”-nya menjadi dasar perencanaan program berikutnya.

“Dalam kegiatan ini semua perwakilan masyarakat dan OPD kita undang, termasuk dari perguruan tinggi, pelajar, LSM, tokoh masyarakat biar komprehensif semua masukannya guna mengetahui tahun 2021 nanti prioritas pembangunannya apa,” katanya usai acara konsultasi publik di aula Bappeda Kabupaten Temanggung.

Ia menuturkan titik fokus utama pembangunan tetap berada pada pembangunan sumber daya manusia (SDM), peningkatan kualitas lingkungan hidup, dan pengentasan kemiskinan.

Menurut dia, hal tersebut merupakan bagian dari rencana pembangunan jangka menengah yang harus dilaksanakan pada 2021.

“Ditambah beberapa program yang menjadi bagian dari rencana strategi nasional yang kita absorbsi dalam perencanaan pembangunan kita. Jadi dalam pembangunan nasional, antara lain kita ada untuk peningkatan investasi dan juga untuk penyerapan lapangan kerja, jadi fokus ke arah itu. Termasuk daya dukung lingkungan untuk ruang terbuka hijau, karena sekarang di Temanggung banyak mata air yang menyusut debitnya juga mati karena degradasi lingkungan hidup di kawasan pegunungan,” katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Temanggung Ripto Susilo mengatakan konsultasi publik itu dalam rancangan awal rencana kerja pemerintah daerah tersebut harus disikapi dengan profesional, karena hal ini sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan Kabupaten Temanggung.

Ia menuturkan tema utama yang diusung adalah pemerataan pembangunan, lingkungan hidup, melanjutkan upaya mengentaskan kemiskinan.

“Hal ini harus kita sikapi, karena merupakan sinergitas antara nasional, provinsi, dan Temanggung. Ditekankan di sini bahwa jangan monoton harus ada kreativitas dan inovasi. Kemudian kedua konsistensi perencanaan hari ini kita mulai, dan batas akhirnya pada saat penentuan peraturan bupati saat RKPD itu sudah tidak bisa bergerak tetapi sampai hari ini masih bisa diskusi sepanjang tidak keluar dari koridor yang telah ditetapkan,” katanya. (Ant/WN)