BERBAGI
GrabExpress memberikan pelatihan tentang pemasaran digital dan fotografi produk bagi lebih dari 100 pelaku bisnis online di Semarang (Foto: Ist)

SEMARANG, Warta Nasional – Sejalan dengan misi 2025 “Grab for Good”, GrabExpress memberikan pelatihan tentang pemasaran digital dan fotografi produk bagi lebih dari 100 pelaku bisnis online di Semarang untuk meningkatkan kompetensi dan pengetahuan mereka.

GrabExpress juga memperkenalkan 5 fitur baru yang akan membantu akselerasi bisnis wirausahawan mikro di Semarang agar lebih aman, mudah dan efisien.

Tyas Widyastuti, Head of GrabExpress, Grab Indonesia, di sela-sela pelatihan, Kamis (28/11/2019), mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan e-commerce tercepat di dunia. Kondisi ini menunjukkan bahwa usaha perdagangan elektronik memiliki nilai ekonomi bagus, sehingga harus dimanfaatkan oleh para pelaku usaha, khususnya UMKM.

“Grab yakin ketersediaan layanan pengiriman berbasis teknologi seperti GrabExpress akan memberikan manfaat bagi pelaku bisnis online, baik pada pertumbuhan bisnis UMKM itu sendiri, maupun pada perekonomian nasional,” ujar Tyas.

Hal ini sejalan dengan misi 2025 “Grab for Good” dalam hal pengembangan sumber daya manusia agar memiliki kapabilitas yang diperlukan di era Revolusi Industri 4.0, khususnya untuk para pelaku bisnis UMKM.

“Harapan kami, para pelaku bisnis UMKM ini dapat menikmati manfaat dari hadirnya ekonomi digital, salah satunya melalui layanan GrabExpress, untuk memasarkan hasil usahanya kepada para pelanggan dengan aman, cepat dan mudah,” tambahnya.

Setelah sukses dilakukan di Jakarta pada Juli lalu, rangkaian pelatihan ini, kata Tyas, diadakan di berbagai kota di Indonesia termasuk Bandung, Semarang, Surabaya dan Makassar.

Sementara itu, Kadis Koperasi dan UMKM Kota Semarang FX Bambang Suranggono mengapresiasi GrabExpress yang telah berkontribusi terhadap perkembangan dan pertumbuhan UMKM di Kota Semarang, agar lebih eksis.

“Sejalan dengan visi kami untuk menjadikan Semarang sebagai kota UMKM di tahun 2020, kami berkomitmen ingin terus memberikan fasilitasi bagi para pelaku UMKM di Kota Semarang termasuk pendampingan, promosi, pemasaran, pemberian dan modal usaha. GrabExpress memberi harapan baru bagi perkembangan bisnis agar dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dan mengembangkan usaha mereka, dengan layanan logistik yang cepat, aman dan mudah,” ujar Bambang.

Pelatihan ini juga diharapkan dapat membuka jalan untuk mengatasi keterbatasan dalam hal kemampuan sumber daya manusia dan persoalan akses teknologi.

Bambang menuturkan, berdasarkan laporan Sensus Ekonomi 2016 – Potensi Usaha Mikro Kecil Jateng oleh Badan Pusat Statistik Jateng, Semarang termasuk kota ke-4 terbesar dalam hal persentase jumlah Usaha Mikro Kecil (UMK). Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Semarang pada 2018 mencapai Rp 174,65 triliun, dan memberikan kontribusi besar kepada PDRB Jawa Tengah yang totalnya pada 2018 mencapai Rp 1.268,7 triliun.

Mahar Soedjana, Wakil Ketu Kadin Kota Semarang, mengapresiasi GrabExpress yang tidak hanya menyediakan teknologi untuk memudahkan logistik wirausahawan, tapi juga memberikan pelatihan yang akan terus memperkaya pengetahuan mereka.

“Saya berharap, pelatihan ini dapat membuat iklim wirausaha yang positif di Kota Semarang. Jika UMKM berkembang, maka ekonomi masyarakat juga akan terus meningkat,” pungkasnya. (WN-008)

Editor: Hanifah