BERBAGI
Foto: Ilustrasi

KUDUS, Warta Nasional – Seratus hektare lebih sawah di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, siap tanam terendam banjir akibat meluapnya air dari aliran sungai setempat.

“Berdasarkan laporan dari Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di masing-masing desa setempat, total lahan yang tergenang mencapai 120 hektare,” kata Ketua Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air Daerah Irigasi Klambu Wilalung Akrab di Kudus, Senin.

Adapun untuk luas areal persawahan di Desa Wonosoco berkisar 75 hektare dan di Desa Beru Genjang berkisar 45 hektare.

Di kedua desa tersebut, kata dia, memang langganan banjir karena lokasinya selama ini memang berada di dataran rendah sehingga perlu ada upaya untuk mengantisipasinya.

Sebelumnya, lanjut dia, sudah diusulkan untuk optimalisasi lahan dengan meninggikan lahan sawah di kedua desa tersebut, termasuk di Desa Ngemplak.

“Tanpa upaya tersebut, dimungkinkan setiap musim hujan akan terendam banjir,” ujarnya.

Untuk potensi kerugiannya, kata dia, tentu belum besar karena petani baru hendak menanam, sehingga per hektarte sudah mengeluarkan biaya hingga Rp1,2 jutaan, selain pengadaan bibit dan pupuk, juga ongkos pekerja dan pengolahan lahannya.

Adapun penyebab terjadinya luapan sungai, karena adanya aliran air dari Sungai Ketapang yang mengalir menuju Sungai Londo yang melampaui kapasitas tampungnya, sehingga mengakibatkan genangan di areal sawah petani.

Untuk total luas sawah di Kabupaten Kudus yang tersebar di sembilan kecamatan mencapai 20.653 hektare, sekitar 14.929 hektare di antaranya merupakan sawah irigasi teknis dan sisanya merupakan sawah tadah hujan.

Selain kedua desa yang tergenang banjir sejak sepekan terakhir, kasus serupa juga terjadi di Desa Lambangan yang melanda sekitar 50 hektare sawah yang seharusnya bisa ditanami tanaman padi karena musim tanam pertama sudah lewat dari jadwal sebelumnya tanggal 15 Oktober 2019.

Sementara luas lahan sawah yang selama ini menggantungkan air irigasi dari Waduk Kedung Ombo sekitar 7.634 hektare, meliputi areal sawah di Kabupaten Kudus seluas 5.400 hektare dan selebihnya yang tersebar di wilayah Klambu, Kabupaten Grobogan, seluas 2.234 hektare.

Jadwal tanam di areal irigasi teknis sendiri mengalami kemunduran akibat musim kemarau panjang. Adapun dampak mundurnya MT I, salah satunya adanya ancaman genangan banjir di sejumlah areal pertanian di Kabupaten Kudus karena pada bulan Desember dan Januari biasanya intensitas hujannya semakin tinggi. (Ant/WN)