BERBAGI
Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Suharsono (Foto : Istimewa)

SEMARANG, Warta Nasional – Semakin banyaknya lahan pemukiman yang dibangun developper atau pengembang di kota Semarang berbanding terbalik dengan ketersediaannya lahan pemakaman. Hal ini menjadi perhatian anggota DPRD Kota Semarang.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono menilai, perlu peran serta pihak pengembang perumahan guna memenuhi kebutuhan makam.

Ia berharap, para pengembang perumahan turut menyisihkan lahannya untuk pemakaman.

“Kalau ada pengembang yang membangun lahan makam saya kira itu satu inovasi penawaran kepada masyarakat,” katanya di Semarang, Jum’at (6/12).

Menurutnya, setidaknya dua persen dari luas perumahan dapat dijadikan sebagai lahan makam.

Dengan demikian, hal ini bisa membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam memenuhi kebutuhan makam.

Lebih lanjut, Suharsono meminta Pemkot Semarang untuk mulai memetakan kebutuhan lahan pemakaman selama 50 tahun kedepan.

“Berapa luas yang dibutuhkan, titiknya dimana, sehingga warga merasa aman ketika ada perhatian dari Pemkot,” ujarnya.

Saat ini Pemkot Semarang berusaha menggratiskan retribusi pemakaman melalui Peraturan Wali Kota (Perwal) nomor 469/1006 tahun 2019.

Ia pun mengapresiasi langkah Pemkot tersebut. Kebijakan itu turut meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Diakuinya, kebijakan pengembang harus menyediakan lahan pemakaman dan penghapusan retribusi pemakaman memang belum tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda).

Ia menilai, Perda yang saat ini berlaku yakni Perda nomor 3/2000, perlu dikaji lebih mendalam. “Perda lama belum mengatur tentang pengembang makam swasta, belum juga mengatur penghapusan retribusi makam. Karena itu, perlu dikaji lebih mendalam,” pungkasnya. (WN-008)

Editor : Tri Wahyu