BERBAGI
Trotoar di Jalan Menur Kudus, Jawa Tengah, dilengkapi dengan tegel berpola untuk memudahkan kaum difabel melintas. (Istimewa)

KUDUS, JAWA TENGAH, Warta Nasional – DPRD Kabupaten Kudus mendorong pemerintah kabupaten menambah trotoar yang ramah kaum difabel karena belum semua trotoar di Kudus ramah difabel.

“Kami mencatat masih ada beberapa trotoar di Kabupaten Kudus yang belum ramah difabel karena belum dilengkapi dengan tegel berkontur,” kata Ketua Komisi C DPRD Kudus Rinduwan didampingi anggotanya Anis Hidayat di sela inspeksi pembangunan trotoar dan gorong-gorong di Jalan Menur Kudus, Jumat.

Dia mendorong Pemerintah Kabupaten Kudus memperbanyak trotoar yang ramah difabel untuk meningkatkan aksesibilitas kaum difabel.

Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kudus, yang selama 2019 sudah membangun trotoar yang dilengkapi dengan tegel berkontur untuk memudahkan kaum difabel. Trotoar dengan blok pemandu berupa ubin berkontur memudahkan penyandang disabilitas, khususnya tunanetra, berjalan.

DPRD Kabupaten Kudus, dia mengatakan, siap memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten dalam penganggaran pembangunan trotoar yang ramah kaum difabel.

Kepala Seksi Binamarga Tata Bangunan dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kudus Bimo Sekti Bagus Tohari mengatakan trotoar di empat titik yang dibangun tahun 2019 semuanya sudah ramah difabel.

Total anggaran yang disediakan untuk pembangunan trotoar di Kabupaten Kudus tahun 2019 mencapai Rp7,5 miliar.

“Program pembangunan trotoar yang baru juga ramah difabel karena dilengkapi dengan ubin berpola,” ujarnya.

Trotoar ramah difabel di Kabupaten Kudus baru ada di Jalan Menur, sebagian Jalan Pemuda, Jalan Bakti, serta beberapa ruas jalan lagi.

Namun masih banyak trotoar yang belum ramah difabel, seperti di kompleks Alun-alun Kudus, Jalan Sunan Kudus, dan Jalan Sunan Muria. (Ant/WN)