BERBAGI
Arsip Foto. Gangguan tidur bisa mengganggu kegiatan sehari-hari. (Istimewa)

DENPASAR, BALI, Warta Nasional – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah di Denpasar menyediakan Klinik Gangguan Tidur, tempat pasien bisa berkonsultasi mengenai gangguan tidur hingga menjalani terapi untuk mengatasi gangguan tidur yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari.

“Jadi sering disebut Poli Tidur dan pasiennya di sana dievaluasi, mulai dari wawancara soal sakitnya apa, pernah minum obat-obatan (atau) tidak, keluhannya sejauh ini seperti apa, wawancara lengkap,” kata Psikiater RSUP Sanglah dr. Ida Ayu Kusuma Wardani, SpKJ, di Denpasar, Rabu.

“Nanti ada terapi irama yang diberikan ke pasien… Di sana lah bisa dilihat apa sih yang tidak bisa pasien ini lakukan saat tidak bisa tidur? Biasanya melakukan hal yang disenangi bisa mempengaruhi melatonin terus naik dan akhirnya bisa tidur,” ia menambahkan.

Ia menjelaskan bahwa siklus tidur secara teori dipengaruhi oleh berbagai macam kondisi, termasuk bertambahnya usia serta asupan makanan.

“Bisa jadi karena pekerjaan juga dan ketika badannya sendiri sakit langsung meminum obat obatan. Itu juga bisa mempengaruhi,” katanya.

Kalau siklus tidur terganggu dan gangguan itu tidak ditangani dengan baik, ia mengatakan, maka akan berdampak pada emosi, konsentrasi, dan kerja organ tubuh.

Klinik Gangguan Tidur RSUP Sanglah, yang dibuka sejak 2017, menyediakan pelayanan penanganan gangguan tidur. Menurut dr. Ida Ayu, penanganan gangguan tidur membutuhkan waktu cukup lama.

“Proses ini kan memang lama ya, dan kelemahannya rata-rata pasien yang datang enggak mau sampai akhir, kelamaan katanya, nah itu jadi kendala juga kalau mau membaik. Memang mungkin selama proses ini tidak ada kegiatan yang berat ya, jadi akhirnya pasien jenuh dan lebih baik dengan obat saja, ini susahnya,” katanya.

Ia menyarankan perbaikan kualitas tidur bagi mereka yang siklus tidurnya terganggu.

“Kalau normalnya kan masing-masing orang berbeda namun secara teori tujuh sampai delapan jam. Tapi kalau ada yang bilang lima sampai enam jam ya tidak apa-apa, yang penting goal-nya adalah begitu bangun tidur badan terasa segar. Kalau bangun badannya segar berarti tidurnya bagus, tapi kalau tambah lemes terus sakit semua, itu berarti tidurnya enggak bagus,” katanya. (Ant/WN)