BERBAGI
Direktur Eksekutif Lembaga Emrus Corner, Emrus Sihombing (Ist)

JAKARTA, Warta Nasional – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (9/1). Wahyu terjerat kasus dugaan suap terkait penetapan anggota DPR terpilih periode 2019–2024.

Dengan penetapan tersangka Wahyu, Pengamat Politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menilai kepercayaan publik terhadap KPU akan menurun. Apalagi jelang gelaran Pilkada serentak 2020.

“Saya berani mengatakan kasus ini jelas akan memengaruhi kredibilitas KPU yang tentunya berimbas kepada kepercayaan publik,” ujar Emrus kepada wartanasional.com, Jumat (10/1) kemarin.

Menurut Emrus, komisioner yang juga bisa diartikan sebagai pimpinan KPU sudah merusak citra KPU itu sendiri dalam komitmennya memberantas korupsi. Terlebih persoalan korupsi di Indonesia merupakan penyakit sosial yang parah.

Lebih lanjut, Emrus memandang kasus suap Wahyu ini sebagai sebuah ironi. Pasalnya, sebelumnya Wahyu pernah mengusulkan kepada KPK tentang pelarangan kepala daerah eks koruptor untuk maju mencalonkan kembali.

“Saya memandang sangat ironis ya. Bukankah dulu WS (Wahyu) pernah mengusulkan larangan terhadap kepala daerah yang korupsi untuk mencalonkan lagi pada saat rapat bersama KPK? Tapi dia sendiri yang terjerat,” papar Direktur Eksekutif Emrus Corner itu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad ikut prihatin soal kasus suap Wahyu Setiawan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Dasco meminta KPK mengusut tuntas korupsi di tubuh KPU.

Pengungkapan kasus ini juga, menurut Dasco, sebagai bentuk kinerja nyata KPK setelah Undang Undang KPK diberlakukan.

“Kami turut prihatin terhadap OTT yang terjadi. Kami meminta agar hal ini bisa diselesaikan secara tuntas oleh KPK dan bahwa ada anggapan KPK tidak bekerja setelah adanya revisi UU KPK kemudian sudah terjawab menurut kami,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Kamis (9/1).

Dasco berharap, kasus OTT Komisioner KPU ini juga tidak akan mengganggu penyelenggaraan Pilkada pada 2020 ini. Politisi Gerindra ini percaya KPU bisa menyusun strategi untuk mencari pengganti dari Wahyu yang ditangkap KPK.

“Saya pikirkan banyak pimpinan KPU, jadi bisa berbagi tugas karena satu yang berhalangan mungkin untuk bagaimana menyelenggarakan Pilkada supaya bisa berjalan lancar dan sesuai harapan kita semua,” papar Dasco.

Diketahui sebelumnya, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan pada Rabu (8/1). Penangkapan Wahyu terkait transaksi suap oleh calon legislatif dari partai tertentu. (WN-008)