BERBAGI
Anggota Komisi I DPR RI Dede Indra Permana Sudiro (dua dari kiri) berfoto bersama dengan komunitas sineas muda dan Semarangker saat audiensi di Depo Bis Sindoro Satriamas, Jalan Madukoro Semarang, Sabtu (1/2) kemarin (Ist).

SEMARANG, Warta Nasional – Anggota Komisi I DPR RI, Dede Indra Permana Sudiro mengapresiasi atas garapan film karya komunitas muda Kota Semarang dan Semarangker Kota Semarang

Hal itu dikatakan Dede, panggilan akrab pria tersebut saat menerima audiensi komunitas sineas muda dan Semarangker Kota Semarang di Depo Bus Sindoro Satriamas, Jalan Madukoro Semarang, Sabtu (1/2).

“Kami mengapresiasi kerja keras yang dilakukan komunitas sineas muda Kota Semarang. Prinsipnya kami siap membantu mendampingi mengkomunikasikan ke beberapa stakeholder di Jawa Tengah seperti, pak Gubernur Jateng dan Wali Kota Semarang untuk ikut mempromosikan karya tersebut,” kata Politisi PDI Perjuangan itu.

Dijelaskannya, saat ini LSF masih dalam tahap pembentukan panitia seleksi (pansel) dengan calon yang terdaftar berjumlah 14 orang. Nantinya, setelah LSF sudah terbentuk komisioner baru disoundingkan.

Dia berharap, film yang sebentar lagi diluncurkan itu mampu berdampak positif di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.

“Yang penting profesional, layak jual, dan tidak ditumpangi kepentingan-kepentingan tertentu,” imbuh mantan ketua Karangtaruna Provinsi Jawa Tengah itu.

Pembina komunitas sineas muda Kota Semarang, Agung Cahyono mengatakan, film yang digarap komunitasnya bergenre horor Semarang-an. Salah satu tujuannya, untuk mengangkat potensi lokal Semarang di kancah nasional. Pihaknya juga akan mendatangkan artis milenial nasional agar garapan film anak-anak muda Kota Semarang semakin berkualitas.

“Film ini bersifat indie dengan produksi secara mandiri. Kami berharap pak Dede membantu mengangkat sineas – sineas muda ini agar mampu bersaing di kancah nasional dan terdaftar di Festival Film Indonesia (FFI) dan mendapat lisensi dari LSF,” ujarnya.

Sementara itu, sutrada film, Muhammad Ibnu Rusyd menjelaskan sekelumit mengenai film berjudul “Sinder” tersebut. Menurutnya, film tersebut mengangkat tentang kisah nyata seorang pengawas pekerja di salah satu perkebunan teh wilayah Tuntang, Kabupaten pada masa kolonial Belanda.

“Sebagian produksi film berpusat di sana, sebagian lagi di Kota Semarang karena sektor pariwisata di Kota Semarang juga sedang bergairah,” katanya.

Menurutnya, sudah ada dua artis nasional seperti, Lucky Hakim dan Reva Bosten yang sudah akan terlibat dalam film.

“Insya Allah, kami sudah komunikasi, sudah ada kesepakatan bersama,” pungkasnya. (WN-008)