BERBAGI
Produk hasil karya relawan Sibat Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Jawa Barat yang merupakan barang daur ulang dari limbah plastik.(Istimewa)

SUKABUMI, Warta Nasional – Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Kelurahan Baros, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi, Jawa Barat memanfaatkan sampah plastik seperti gelas atau botol minuman dalam kemasan, bungkus kopi dan lainnya untuk di daur ulang menjadi barang bernilai ekonomi.

“Sampah plastik ini jika tidak dimanfaatkan maka bisa menjadi bencana, namun saat dimanfaatkan bisa menjadi barang yang bernilai ekonomi,” kata salah seorang relawan Sibat Kelurahan Baros Karmila di Sukabumi, Kamis.

Menurutnya, ide mendaur ulang limbah plastik ini karena banyaknya sampah yang berserakan baik di masyarakat maupun di jalan. Maka dari itu, muncul gagasan untuk memanfaatkan barang yang dianggap tidak memiliki nilai tersebut.

Bersama rekan sesama relawan Sibat, ia mulai membuat kerajinan tangan dari limbah tersebut seperti botol dan gelas minuman ringan. Ternyata setelah dibuat sedemikian rupa, kerajinan daur ulang sampah ini bisa bermanfaat bagi Sibat dan warga sekitar serta sebagian bisa dijual baik perorangan maupun memanfaatkan pasar online.

Adapun hasil kreartifitas relawan Sibat ini, sampah plastik yang awalnya tidak berharga disulap menjadi barang yang mempunyai nilai ekonomi seperti dijadikan wadah, tatakan gelas atau piring, tas dan lain sebagainya.

“Kami pun menularkan kreatifitas mendaur ulang sampah plastik ini ke warga sekitar dan sekarang sudah banyak yang mulai memanfaatkan sampah ini untuk dibuat menjadi barang yang mempunyai nilai dan kualitas,” tambahnya.

Di sisi lain, Karmila mengatakan daur ulang sampah plastik ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada warga dan mengubah kebiasaan kurang baik di masyarakat yang terbiasa membuang sampah sembarangan apalagi ke sungai.

Penyebab terjadi bencana alam seperti banjir, salah satu penyebabnya adalah penyumbatan aliran sungai maupun drainase akibat menumpuknya sampah. Apalagi plastik merupakan barang yang sulit diurai oleh tanah dan membutuhkan ratusan tahun untuk mengurainya.

Sementara, Ketua PMI Kota Sukabumi Suranto Sumowiryo mengatakan relawan Sibat tidak hanya dilatih bagaimanan cara membantu masyarakat untuk meminimalisasikan dampak bencana, tetapi mereka juga harus mempunyai keahlian lainnya seperti mendaur ulang sampah plastik ini.

“Sampah selalu berkaitan dengan bencana, maka dari itu melalui kegiatan tersebut kami ingin agar relawan Sibat bisa memanfaatkan potensi sekaligus mencegah terjadinya bencana,” katanya. (Ant/WN)