BERBAGI
Lima remaja warga Kota Surabaya dari keluarga tidak mampu mendapatkan kesempatan mengikuti program rekruitmen calon pilot di Citilink Indonesia. Hal itu setelah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara Pemkot Surabaya dan Citilink Indonesia di Balai Kota Surabaya, Kamis (1/1/2019). (Istimewa)

SURABAYA, Warta Nasional – Sebanyak 2.932 anak di Kota Surabaya, Jawa Timur, mendapatkan beasiswa pendidikan atau beasiswa Generasi Emas Surabaya (Gemas) dari pemerintah kota setempat dalam 10 tahun terakhir, yakni sejak 2010 hingga 2020.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, di Surabaya, Senin mengatakan beasiswa pendidikan, baik untuk kuliah di perguruan tinggi maupun untuk berbagai pelatihan khusus, menjadi program prioritas Pemkot Surabaya karena diyakini bisa memutus mata rantai kemiskinan.

“Beasiswa ini solusinya. Sekarang sudah banyak yang menerima manfaat dari beasiswa ini,” kata Risma.

Wali Kota Surabaya mengatakan setiap membuka beasiswa, pemkot selalu mengutamakan anak-anak yang berasal dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi.

“Nah, ketika mereka mendapatkan beasiswa dari pemkot, kemudian lulus, mereka langsung bekerja di tempat yang mungkin tidak pernah mereka pikirkan. Jika sudah seperti ini, maka mereka akan dapat meningkatkan status sosial ekonomi keluarganya,” kata Risma.

Menurut dia, di masyarakat itu stigma melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dibutuhkan biaya besar masih sangat kuat. Makanya, Risma mengaku selalu membujuk satu per satu anak-anak yang secara akademik bagus, namun terbentur ekonomi untuk melanjutkan pendidikan.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini memastikan, kualitas kerja dari anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu ini sangat luar biasa sebab mereka sadar bahwa berasal dari keluarga yang kurang mampu, dan jarang-jarang mendapatkan kesempatan kerja di tempat yang tidak pernah mereka pikirkan.

“Jadi, mereka itu biasanya rajin-rajin, loyal, dan dapat membantu keluarga atau lingkungannya,” ujarnya.

Sejak 2010-2017, program beasiswa Gemas ini dikelola oleh Dinas Sosial Surabaya, namun dengan berjalannya waktu, sejak 2018 sampai sekarang, dialihkelolakan kepada Dinas Pendidikan Surabaya. Sejak saat itu pula, program beasiswa ini semakin masif dan bervariasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo menjelaskan bahwa pada saat dikelola oleh Dinas Sosial , program beasiswa itu sudah dirasakan manfaatnya oleh 791 anak Surabaya.

Mereka menyebar di berbagai perguruan tinggi, di antaranya di Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) sebanyak 73 orang, Universitas Airlangga (UNAIR) 267 orang, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) 184 orang, dan di Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA) 89 orang, Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kemenkes 31 orang, dan di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim 57 orang.

Selain itu, ada pula beasiswa pelatihan desain baju dan menjahit satu orang, basic aircraft strukture-ATKP 23 orang, diklat operator lantai bor-migas 14 orang, diklat operator lantai perawatan sumur-migas delapan orang, diklat juru las-migas 15 orang, dan diklat aircraft technical assistant-ATKP 24 orang.

“Yang paling fenomenal adalah kami memberikan beasiswa pendidikan pilot kepada lima orang anak Surabaya yang kurang mampu. Saat ini mereka sudah bekerja sebagai pilot di Citilink,” katanya.

Setelah pengelolaannya berada di Dinas Pendidikan, lanjut dia, program beasiswa Gemas itu telah dirasakan oleh 2.141 anak Surabaya. Mereka berada di UPN 198 anak, UNESA 458 anak, UNAIR 275 anak, ITS 68 anak, Poltekkes 96 anak, PENS 22 anak, PPNS 31 anak, UINSA 323 anak, Trunojoyo 4 anak, UINMA satu anak, UNS satu anak, Poltekbang 47 anak, Politeknik UBAYA 179 anak, dan Unitomo lima anak.

“Khusus yang di kampus-kampus ini sebanyak 1.708 anak yang menerima beasiswa,” katanya.

Selain itu, kata dia, pada 2018, Dinas Pendidikan juga memberikan beasiswa bagi hafidh atau penghafal Al-Quran di tingkat sekolah dasar (SD) sebanyak 10 anak, sekolah menengah pertama (SMP) lima anak, sekolah menengah atas (SMA) enam anak, dan bagi mahasiswa 13 anak.

“Tahun 2018 itu, beasiswa bagi hafidh 34 anak,” ujar Supomo.

Sedangkan 2019, Dinas Pendidikan memberikan beasiswa hafidh sebanyak 399 anak, yang terdiri dari taman kanak-kanak (TK) 27 anak, penghafal tiga juz tingkat SD 209 anak, penghafal lima juz tingkat SD 98 anak, penghafal tujuh juz tingkat SMP 44 anak, dan penghafal 10 juz tingkat SMP 21 anak.

“Jadi, sangat banyak beasiswa yang diberikan kepada anak-anak Surabaya. Harapan kami beasiswa ini dapat menunjang masa depan mereka, sehingga mereka bisa memutus mata rantai kemiskinan di keluarganya masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Salman Faris, satu di antara lima penerima beasiswa pilot mengatakan banyak terima kasih kepada Wali Kota Risma dan jajaran Pemkot Surabaya yang telah memberikan beasiswa pilot ini. Ia juga mengaku tidak pernah menyangka akan menjadi pilot karena berasal dari keluarga yang kurang mampu.

“Setelah saya lulus pendidikan pilot, saya kerja di Citilink dan saat ini saya bisa mencover keluarga inti, adik dua-duanya saya cover biaya pendidikannya, sedikit-sedikit tante dan saudara lainnya juga saya bantu. Jadi, benar-benar sangat berpengaruh dalam perekonomian keluarga kami. Tiada kata lain selain terima kasih sebesar-besarnya Bu Risma. Semoga ibu sehat selalu, amin,” katanya. (Ant/WN)