BERBAGI
Manajemen Paramount Land dalam keterangan kepada media terkait rencana peluncuran pusat komersial Arcadia Grande (Istimewa)

JAKARTA, Warta Nasional – Awali 2020 Paramount menghadirkan pusat komersial bagi pebisnis yang ingin mengembangkan usahanya di kawasan Gading Serpong Kabupaten Tangerang, Banten.

“Hadirnya pusat komersial baru ini untuk menjawab permintaan warga yang ingin membuka tempat berusaha dengan lokasi strategis,” kata Direktur Paramount Land, Aryo Triananto di Gading Serpong, Selasa.

Menurut Aryo seiring tumbuhnya permukiman di Gading Serpong saat ini tumbuh pengusaha-pengusaha muda yang menginginkan tempat bisnis yang layak.

Lokasi Arcadia Grande (nama pusat komersial Gading Serpong ini) dikelilingi hunian, fasilitas pendidikan (sekolah Stella Maris, Tarakanita, dan Matana University), dan fasilitas komersial lainnya yang sudah ramai.

“Menjangkaunya sangat mudah, cukup berjalan kaki,” ujar Aryo.

Associate Director Paramount Land, M. Nawawi mengatakan sebagai tahap awal akan dibuka sebanyak 133 unit dulu dengan harga mulai Rp 990 Jutaan (sudah termasuk PPN) per unit, dan akan diserahterimakan dalam waktu 15 bulan.

“Untuk memudahkan kepemilikan, pembeli dapat menggunakan fasilitas kredit pemilikan ruko,” ujar Nawawi.

Arcadia Grande didesain sebagai bangunan multi fungsi yang memberi keleluasaan bagi masyarakat untuk membuka berbagai peluang usaha (kedai kopi, toko roti, toko kembang, restoran, apotek, dan bisnis kreatif lainnya).

“Lantai atas juga terhubung satu dengan lainnya dengan konsep alfresco (terbuka) sehingga cocok dikembangkan sebagai restoran,” ujar dia.

Untuk mempercepat pertumbuhan di kawasan itu sudah ada tiga anchor tenant yang akan mengisi Arcadia Grande, jelas M. Nawawi.

Ervan Adi Nugroho, Presiden Direktur Paramount Land, menjelaskan, dari hasil survei indikator makro ekonomi 2020 ini, optimis bahwa perekonomian Indonesia akan tumbuh 5,07% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan prakiraan pertumbuhan tahun 2019 sebesar 5,04 persen.

Khusus untuk sektor properti, diproyeksikan akan menjadi sektor yang cukup prospektif di sepanjang 2020, dan akan tumbuh optimis. Hal ini didukung oleh membaiknya proyeksi pertumbuhan ekonomi dan kepercayaan dari pelaku bisnis (pengembang).

Bahkan pertumbuhan marketing sales perusahaan tahun 2019 disaat industri properti mengalami tekanan, perusahaan berhasil meningkatkan marketing sales sampai dengan 25 persen, jelas Ervan.

“Saya optimistis untuk tahun 2020 pertumbuhan masih 25 persen,” ujar dia. (Ant/WN)