BERBAGI
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (paling kiri depan) didampingi istrinya, Tia, serta Wakil Wali Kota Semarang Hevarita Gunaryanti Rahayu (dua dari kanan), didampingi suami Alwin Basri (Ist)

SEMARANG, Warta Nasional – Prestasi Pemerintah Kota Semarang (Pemkot) Semarang selama kurun waktu 4 Tahun, mendapatkan apresiasi dari sejumlah tokoh masyarakat. Komentar positif pun datang dari Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah.

Keberhasilan pemkot dalam hal pembangunan dan pembenahan Kota Semarang menjadi Hebat, tentunya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Semarang. Seperti diungkapkan Politisi PDI Perjuangan Dr Ir H Alwin Basri, MM MIkom.

Ia mengapresiasi sejumlah prestasi massa Kepemimpinan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi), dan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Ita) sudah menginjak empat tahun.

“Saya apresiasi kinerja Hendi-Ita atas capaian-capain yang sudah diraih untuk kemajuan kota Semarang,” kata Alwin Basri kepada wartanasional.com, Selasa (18/02).

Ketua Komisi D DPRD Jateng itu seraya mendo’akan dan berharap dalam kepimimpinan Hendi-Ita dalam memimpin Pemerintahan di Kota Semarang bisa berjalan sukses dan berhasil.

“Semoga diberi kesehatan dan sukses selalu buat Mas Hendi dan Mba Ita, lanjutkan dalam memimpin kota Semarang semakin hebat dan maju,” harapnya.

Alwin menuturkan, berbagai capaian telah diraih Kota Semarang selama empat tahun berjalan diantaranya keberhasilan pemkot dalam hal pembangunan infrastruktur, penataan lokalisasi dan sejumlah pembenahan lainnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menuturkan, pihaknya akan terus masuk ke setiap aspek dan kelompok masyarakat untuk mencari tahu permasalahan yang masih dijumpai masyarakat. Pihaknya berkomitmen menyelesaikan persoalan masyarakat.

Hendi menyebut permasalahan menjadi posisi teratas dalam laporan masyarakat yaitu pelayanan air bersih di Kota Semarang.

“Ini menjadi PR kami. Kami harus fokus ke PDAM. Direksi tidak boleh berpuas diri memungut biaya langganan dan pemakaian air dari masyarakat, tapi bagaimana caranya memungut dipergunakan kembali untuk investasi melayani masyarakat dengan baik. Kami sudah mulai itu,” papar Hendi.

Beberapa upaya menangani persoalan pelayanan air bersih di Kota Semarang, lanjut Hendi, sudah mulai dilakukan dengan pembangunan SPAM Semarang Barat dengan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun untuk mengaliri wilayah Semarang Barat, Ngaliyan, dan Mijen.

Rencana pembangunan, IPA Pudakpayung juga akan dilakukan untuk mengaliri daerah Semarang atas dan Semarang Selatan. Pembuatan polder juga akan dilakukan di Semarang Timur.

“Insyaallah itu akan mampu menyelesaikan persoalan air dan semuanya akan selesai oada 2021. Saya yakin pada periode yang akan datang the best komplain tidak akan PDAM lagi,” pungkasnya. (WN-008)

Editor : Hanifah