BERBAGI
Ketua Pansus RTBL, Suharsono (Foto : Istimewa)

SEMARANG, Warta Nasional – DPRD Kota Semarang juga menyiapkan rancangan Peraturan daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Kota Lama untuk menggantikan Perda 8/2003 yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan kebutuhan perencanaan. Setidaknya, 78 pasal dalam Raperda RTBL yang telah dikupas tuntas oleh Pansus DPRD Kota Semarang dan tinggal menunggu pengesahan.

Ketua Pansus RTBL, Suharsono mengatakan, kawasan Kota Lama dibagi menjadi dua zona, yakni zona inti seluas 25,277 hektar dan zona penyangga 47,081 hektar.

“Ada 117 bangunan di zona inti Kota Lama. Tentu ada larangan dan kewajiban bagi para pemilik bangunan,” ujar Suharsono di Semarang, Selasa (25/2/2020).

Suharsono menjelaskan, ada 78 pasal dalam Raperda tersebut yang mengatur terkait berbagai hal tentang kawasan Kota Lama mulai dari kewajiban merawat bangunan cagar budaya, pengelolaan oleh BPK2L, akan dibentuknya UPTD Kawasan Kota Lama, hingga sarana prasarana yang harus ditambah untuk menunjang destinasi wisata.

Revitalisasi kawasan Kota Lama tahap dua sudah dimulai. Pantauan Berita Jateng, Selasa (25/2/2020), alat berat mulai menggarap jalan yang berada di wilayah luar Kota Lama. Satu diantaranya di Jalan Mpu Tantular.

Jalan yang semula dipadati pedagang baik sisi kiri maupun kanan kini sudah mulai diratakan. Pedagang yang semula berada di Jalan Mpu Tantular kini sudah berpindah ke kawasan Kanjengan.

Sementara itu, Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L), Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan revitalisasi kawasan Kota Lama tahap dua menjadi salah satu prioritaa untuk segera dirampungkan.

Pembangunan tahap dua meliputi revitalisasi jalan di wilayah luar Kawasan Kota Lama, pembuatan rumah pompa di wilayah Berok, dan pembangunan museum di bundaran Bubakan. Seluruh anggaran revitalisasi Kota Lama tahap dua dibiayai oleh Pemerintah Pusat sekira Rp 60 miliar.

“Revitalisasi tahap dua sedang berlangsung. Diharapkan sekitar enam atau tujuh bulan bisa selesai. Ini menjadi salah satu prioritas untuk segera jadi,” tutur Ita, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut Ita memaparkan, sesuai arahan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, langkah selanjutnya setelah revitalisaai tahap dua yaitu menghidupkan kawasan Semarang Lama, yang teridir dari kawasan Melayu, Pecinan, dan Kauman. Dimana, tiga kawasan tersebut terintegrasi dengan kawasan Kota Lama.

“Ini sedang disusun masterplan dibantu PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan feasibility study (FS) untuk trem,” imbuh Ketua BPK2L yang juga Wakil Wali Kota Semarang itu.

Sementara, penataan bangunan di kawasan Kota Lama yang sudah dilakukan revitalisasi tahap satu beberapa waktu lalu, masih terus dilakukan. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak bangunan cagar budaya yang dilakukan restorasi oleh masyarakat.

“Contohnya gedung GKBI ini sedang direstorasi oleh pemilik Toko Oen,” ucapnya. (WN-009)

Editor : Tri Wahyu