BERBAGI
Direktur Eksekutif Lembaga Emrus Corner, Emrus Sihombing (Ist)

JAKARTA, Warta Nasional РAmien Rais beserta sejumlah pendukungnya disebut-sebut terus mematangkan rencana pembentukan partai baru pecahan Partai Amanat Nasional (PAN). Rencana pembentukan partai baru bahkan semakin mencuat pasca mundurnya Hanafi Rais dalam kepengurusan PAN dan Fraksi PAN DPR.

Pengamat komunikasi politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing menilai upaya Amien Rais mendirikan partai baru karena kecewa.

Emrus Sihombing, menilai, keinginan Amien Rais yang ingin membuat partai baru bisa saja dilandasi faktor kekecewaan lantaran ada kepentingannya yang tidak diakomodasi Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas).

“Secara hipotesis, bisa kita menarik ke sana (kekecewaan). Amien Rais pendiri PAN, tokoh senior, lalu sekarang ingin mendirikan partai baru. Berarti kepentingan politiknya di PAN pimpinan Zulhas tidak terakomodasi sesuai yang diinginkan,” kata Emrus Sihombing, di Jakarta, Minggu (10/5/2020).

“Bisa jadi kepentingan Amien Rais tidak terakomodasi oleh tawaran-tawaran yang diberikan Zulhas. Jadi tidak ada titik temu di antara dua tokoh ini di PAN,” ungkapnya.

Dirinya mencontohkan, dalam upaya pendirian partai baru, bisa saja Amien Rais sesungguhnya menginginkan sesuatu. Di sisi lain, Zulhas tidak bisa memenuhi keinginan tersebut. “Misalnya ada kepentingan yang ditawarkan 10 poin, Zulhas hanya bisa memenuhi 5 poin,” kata Emrus.

Menurutnya, tidak mudah bagi Amien Rais untuk mundur dari PAN karena Amien selama ini mendirikan dan membidani PAN. Membentuk partai baru, tentu harus keluar dari PAN yang selama ini dibesarkan.

“Keluar dari partai yang didirikan sendiri, berarti memang ada sesuatu transaksi kepentingan di internal partai belum ada titik temu. Tetapi saya mengatakan bahwa pendirian partai baru, itu bisa terwujud bisa juga tidak. Terwujud jika Amien Rais sangat kukuh mendirikan partai baru bersama para pendukungnya. Tetapi bisa saja tidak terwujud apabila terjadi lagi komunikasi dengan Zulhas,” ujar Emrus.

Di sisi lain, bisa saja ide atau gagasan mendirikan partai yang diembuskan Amien Rais dilakukan agar mempunyai posisi tawar untuk berdiskusi dengan Zulhas, sehingga tidak jadi membentuk partai.

“Ada simbol-simbol yang disampaikan untuk kembali berkompromi. Saya katakan, politik itu seni berkompromi, dan politik itu tidak ada musuh dan lawan sejati. Jadi tidak tertutup peluang Amien Rais masih menjadi bagian dari PAN,” pungkasnya. (WN-BS)