BERBAGI
Ketua Pansus LKPJ DPRD Kota Semarang, H.M Rukiyanto

SEMARANG, Warta Nasional – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Kota Semarang menyelenggarakan rapat Penjelasan dan tanggapan Pemkot atas buku laporan yang telah dibuat. Rapat ini diselenggarakan dengan video conference pada Senin (11/5/2020).

Ketua Pansus LKPJ DPRD Kota Semarang, H.M Rukiyanto, mengajukan beberapa pertanyaan terkait dengan evaluasi penganggaran yang dilakukan.

Beberapa hal yang ditanyakan adalah mengenai normalisasi sungai Beringin yang terus meluap saat banjir, pembangunan Rumah Sakit tipe D di kecamatan Mijen, dan problem bangunan fisik Sekolah Dasar di Semarang utara yang terkena Rob

“Pembangunan RSUD Mijen yang belum terselesaikan. Sampai sejauh mana progress pembangunan RS tersebut?,” tanya Rukiyanto kepada kepala Dinas PU Kota semarang.

Kepala Dinas PU Kota Semarang, Sih Rianung ST, MT menyampaikan, normalisasi sungai Beringin akan dilaksanakan kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) rencananya tahun ini.

“Sudah kita lakukan pembebasan lahan 138.000 meter persegi. Sedangkan anggaran pengerjaan sebesar 250 milar selama tiga tahun,” ujarnya.

Sih Rianung melanjutkan bahwa pihaknya masih membutuhkan pembebasan lahan seluas 130.000 meter peraegi.

“Kalau diperkirakan satu meternya 1.000.000 rupiah, maka kebutuhan kita akan bertambah sekitar 130 miliar rupiah,” jelasnya.

Selain persoalan normalisasi sungai, Dinas PU juga menjelaskan tertundanya pembangunan Rumah Sakit tipe D di kecamatan mijen yang menghabiskan anggaran 10,4 triliyun rupiah.

Sih Rianung menjelaskan bahwa kontraktor hanya mampu menyelesaikan hingga struktur bangunan atau baru mencapai 72,31%.

“Namun pekerjaan itu sudah sesuai dengan prosedur dalam kontrak yang sudah di sepakati,” ujar nya.

Sementara itu, Abdul Hakam selaku Kepala Dinas Kesehatan menjelaskan terkait dengan tertundanya pembangunan rumah sakit itu tidak mengganggu pelayanan kesehatan di Mijen.

“Sebelumnya sudah ada puskesmas Mijen, walaupun pembangunan puskesmas yang dijadikan rumah sakit belum selesai, puskesmas tetap melayani sekalipun tidak bisa melakukan rawat inap,” ujar Hakam.

Hakam menjelaskan masih ada Puskesmas Karangmalang Kecamatan Gunungpati yang mampu memback-up pelayanan rawat inap.

“Nah namun di sana masih ada puskesmas Karangmalang Gunungpati yang masih bisa memback-up pelayanan rawat inap,” tegasnya.

Terkait dengan sekolahan yang masih terdampak banjir, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang mengatakan penyelesaiannya dilakukan secara bertahap.

“Ada yang peninggian halaman agar tidak terkena banjir, ada pula melakukan pembangunan ruang kelas baru agar tak tergenang banjir,” ujar kepala dinas.

“Seharusnya tahun 2020 ini ada beberapa SD yang mulai kita proses lelang, tapi karena kendala covid-19 maka lelang akan dilakukan tahun 2021,” pungkasnya. (WN-SJ)