BERBAGI
ilustrasi/istimewa

SLEMAN, Warta Nasional – Dana Bansos APBD yang diberikan ke masayarakat terdampak pandemi COVID-19 di DIY ditemukan carut marut. Hal itu terjadi karena ketidakakuratan data penerima bansos.

Kasus itu terungkap saat komisi A DPRD DIY mengunjungi kecamatan Depok, Sleman. Dewan juga menerima aduan bahwa penerima bantuan ada yang sudah meninggal atau berpindah alamat.

“Kita menerima aduan tentang carut marut bansos. Prinsipnya bantuan harus tepat sasaran, diberikan kepada warga yang sangat memerlukan dan tentunya masih hidup. Masak orang meninggal kok masuk daftar penerima bansos. Kita minta pemda DIY menelusuri lagi data aktualnya soal warga yang terdampak. Pemda DIY harus secara transparan dan terbuka memberikan informasi terkait hal penggunaan dan hasil yang dicapai dalam penyaluran dana tersebut,” kata Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto, Jumat (5/6/2020).

Bantuan sosial yang digunakan pemda DIY bersumber dari APBD menggunakan DTKS. Bantuan sosial kepada masyarakat yang terkucur dari dana desa tercatat 144.38 miliar, untuk 80.221 KK. Dari APBD DIY Rp 203,3 milliar untuk 169 383 KK, serta dari kabupaten/kota se DIY sekitar Rp 165.42 miliar untuk 138.618 KK.

Wakil ketua Komisi A DPRD DIY, Suwardi menambahkan sebaiknya pemerintah lebih melakukan penelitian serta akurasi data.

“Kita harapkan pemda DIY transparan soal berapa yang sudah tersalur dan menelusuri lagi data agar akurat,” pungkasnya. (WN-Els)