BERBAGI
Ilustrasi

JAKARTA, Warta Nasional –  Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (30/6) pagi bergerak menguat, ditopang pernyataan Gubernur Bank Sentral AS, Federal Reserve (Fed), yang akan mempertahankan suku bunga rendah.

“Pagi ini, sebagian aset mata uang berisiko termasuk rupiah terlihat positif karena adanya komentar tertulis Gubernur Fed yang menyatakan akan mempertahankan suku bunga sangat rendah dalam jangka waktu yang lama untuk membantu memulihkan ekonomi,” ujar Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, seperti dikutip Antara.

Di sisi lain, lanjut dia, data indeks aktivitas manufaktur dan non-manufaktur Tiongkok pada bulan Juni yang menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas memberikan harapan pergerakan ekonomi dunia sehingga turut mempengaruhi mata uang negara berkembang.

Kendati demikian ia mengatakan kekhawatiran pelaku pasar uang terhadap peningkatan penyebaran COVID-19, baik di dalam negeri maupun eksternal masih belum hilang sehingga potensi pembalikan arah mata uang rupiah berpotensi terjadi pada hari ini (30/6).

“Tarik menarik sentimen positif dan negatif ini bisa membuat rupiah bergerak mengalami pelemahan atau penguatan yang tipis hari ini,” katanya.

Ia memperkirakan pergerakan rupiah pada Selasa ini berpotensi bergerak di kisaran Rp14.150 hingga Rp14.300 per dolar AS.