BERBAGI
Ketua Komisi D DPRD Jateng, Alwin Basri saat memantau sejumlah pelayanan publik bersama rombongan di Terminal Penggung Batang Jateng, (Dok.DPRD)

BOYOLALI, Warta Nasional – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jateng, Dr Alwin Basri meminta tempat publik terutama di sejumlah terminal umum di Jawa Tengah jangan sampai menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Hal tersebut disampaikan saat memantau di Terminal Bus Penggung Kabupaten Boyolali, Senin (29/06) kemarin.

Ketua Komisi D DPRD Jateng itu mengatakan, penerapan protokol kesehatan sangat penting terutama di sejumlah terminal umum di Jawa Tengah.

“Karena itu pengelola terminal dan Dinas Perhubungan harus ketat melakukan pengawasan,” ujar Politisi PDI Perjuangan itu saat memimpin rombongan di Terminal Penggung.

Ditambahkan oleh Alwin Basri saat road show pemantauan, menyampaikan penerapan protokoler kesehatan di sejumlah terminal sudah mulai berjalan.

“Hari ini kami melihat protokoler kesehatan untuk Terminal Banyuputih. Tadi kami lihat di sini sudah disediakan termogun dan tempat cuci tangan juga,” ujarnya seusai meninjau berkeliling terminal.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Balai Pengelolaan Sarana Prasarana Perhubungan Wilayah Surakarta Dinas Perhubungan Jateng, Waskito Dihantono menyebutkan setiap bus yang datang ke terminal harus disemprot disinfektan.

Selanjutnya ada petugas yang memantau penggunaan masker. Petugas akan masuk ke dalam bus melihat satu per satu penumpang. Bila ada penumpang kedapatan tak mengenakan masker akan langsung diberi dan wajib digunakan seketika.

“Kami tetap melakukan protokol kesehatan mulai ada tempat cuci tangan, penyiapan penyanitasi tangan (hand sanitizer), penyemprotan disinfektan secara berkala, memperketat pemakaian masker. Bagi penumpang tidak pakai masker langsung kami beri masker dan meminta langsung memakainya,” katanya kepada rombongan Komisi D DPRD Jateng itu. Dalam kesempatan itu Kepala Bidang (Kabid) Jaringan Transportasi dan Kereta Api Dinhub Jateng Agung Pramono turut mendampingi.

Ditambahkan, Waskito mengatakan, di Terminal Penggung, suasana di sana jauh dari kesan keramaian. Meski sejumlah bus antarkota dalam provinsi (AKDP) kerap masuk dan keluar terminal namun penumpang yang naik-turun bisa dihitung dengan tangan.

“Bahkan di selasar terminal tidak terlihat calon penumpang. Tidak ada kesibukan berarti di kios-kios agen bus antar kota antar provinsi (AKAP),” pungkasnya.

Editor : Dian