BERBAGI
Presiden RI, Joko Widodo, Foto: Istimewa

JAKARTA, Warta Nasional – Presiden Joko Widodo, Selasa (30/6) pagi, bertolak ke Jawa Tengah untuk meninjau posko penanganan dan penanggulangan COVID-19 di Semarang, dan kawasan industri terpadu Batang.

Menurut keterangan dari Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden di Jakarta, dikutipĀ Antara, Presiden dan rombongan bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada pukul 08.10 WIB.

“Setibanya di Bandar Udara Internasional Ahmad Yani, Kota Semarang, Presiden langsung menuju posko penanganan dan penanggulangan COVID-19 Provinsi Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah,” tulis Sekretariat Presiden.

Di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Presiden akan memberikan sejumlah arahan melalui video konferensi untuk penanganan COVID-19 yang terintegrasi di Jawa Tengah.

Dari posko penanganan COVID-19, Jokowi akan menuju Kawasan Industri Terpadu Batang. Selain meninjau tempat tersebut, Jokowi juga akan melihat pemaparan terkait relokasi investasi asing ke Indonesia.

Setelah itu, Kepala Negara akan melanjutkan kunjungan kerjanya dengan meninjau proyek padat karya di Kabupaten Batang. Dalam peninjauan tersebut, Presiden akan didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Siang harinya, Kepala Negara dan rombongan diagendakan untuk meninjau pabrik furnitur berorientasi ekspor di Kabupaten Demak. Setelahnya, Presiden akan menuju Bandara Internasional Ahmad Yani, Kota Semarang, untuk kemudian lepas landas menuju Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Jateng mencatatkan kasus positif COVID-19 sebanyak 3.680 kasus hingga 29 Juni 2020. Sebanyak 1.109 di antaranya dinyatakan sembuh dan 150 lainnya meninggal dunia.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Jawa Tengah antara lain, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, dan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.