Salah satu monumen wisata di Bali (foto: Kemenparekraf).

JAKARTA, Warta Nasional – Menyusul rencana Pemerintah Provinsi Bali untuk membuka sektor pariwisata mulai (31/7) mendatang, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio ingatkan pelaku pariwisata pentingnya penggunaan protokol kesehatan.

“Saya sangat bersyukur kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali akan mulai beroperasi, untuk itu para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dapat menerapkan protokol kesehatan secar disiplin,” ungkapnya dalam siaran pers Selasa, (18/7).

Dalam acara peluncuran “Video Bali Bangkit” yang digelar Yayasan Puri Kauhan Ubud dan Pemerintah Provinsi Bali, Minggu (26/7/2020),¬† Wisnu menjelaskan bahwa saat ini Indonesia telah mulai memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, tak terkecuali sektor pariwisata.

“Saat ini Indonesia telah mulai memasuki masa adaptasi kebiasaan baru. Termasuk untuk kegiatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali yang akan mulai beroperasi kembali secara bertahap,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa pariwisata adalah bisnis kepercayaan, sehingga para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif  harus dapat menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Sehingga mampu membangun kepercayaan wisatawan saat berkunjung ke Bali.

Tak hanya itu, Pemerintah juga telah melakukan berbagai program pemberian bantuan bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. salah satunya dengan pemberian dana talangan usaha melalui Himbara dengan nilai mencapai Rp10 miliar dan bantuan lainya.

“Kami bersama kementerian dan lembaga lainnya terus berupaya agar dapat memberikan berbagai bantuan tambahan bagi pelaku bisnis pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan,” tutur Wishnutama.

Gubernur Bali, I Wayan Koster menerangkan bahwa pihaknya telah membentuk dua tim yang masing-masing berfokus pada penanganan COVID-19 serta percepatan pemulihan ekonomi atas dampak dari COVID-19.

“Saat ini situasi sudah mulai kondusif, karena itu upaya untuk percepatan pemulihan ekonomi akan segera dilakukan,” terangnya.

Sejak (9/7) lalu, pemprov Bali telah melakukan pembukaan tahapan pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat secara bertahap dan terbatas.

“Untuk tahap kedua akan dilakukan pada 31 Juli 2020, aktivitas pariwisata dibuka namun hanya untuk wisatawan nusantara,” sebutnya.

Wacananya, untuk tahap ketiga akan dilakukan pada 11 September 2020 dengan membuka sektor pariwisata secara penuh, serta kunjungan wisatawan mancanegara yang diatur secara resmi dalam surat edaran pemprov Bali.

” hal itu sudah diatur dalam Surat Edaran Nomor 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru di Sektor Fasilitas Umum. Khususnya di sektor pariwisata,” Pungkas Koster. (WN-008).

Editor: Dian Nafiatul.