BERBAGI
Anak SD Penjual Onde-onde dan Mahasiswa Ini Lanjut Sekolah di Masa Pandemi: Dapat Beasiswa Marimas
Anak SD Penjual Onde-onde dan Mahasiswa Ini Lanjut Sekolah di Masa Pandemi: Dapat Beasiswa Marimas/ Dok. Marimas

SEMARANG, Warta Nasional – Priska Aprilia Muzha murid kelas 6 sekolah dasar SDN Gajahmungkur 03 Semarang tersenyum polos saat dia bisa kembali lanjut sekolah.

Begitu juga dengan Andika Putra Pamera, mahasiswa semester 4 yang cuti kuliah kini bisa melanjutkan studinya untuk mengejar gelar sarjana Farmasi.

Priska gadis kecil polos, pandemi memaksanya untuk membantu beban orang tua dengan berjualan onde-onde karena pandemi Covid.

Sementara, Andika, nasibnya sempat tidak beruntung, pemuda asal Kalimantan ini mengadu nasib di Kota Semarang, kuliah dan bekerja dengan uang hasil keringat, namun pandemi menghantam mimpinya.

Kerja sampingan dia di sebuah apotek kena PHK, imbasnya dia tidak bisa membiayai kuliah, terpaksa dia cuti.

Hidup hanya membawa badan sendiri, Andika mencari penghidupan dengan bekerja di sebuah warung angkringan di kawasan Simongan Kota Semarang.

Dia mengaku tidur, makan, dan bekerja di tempat angkringan tersebut. Sang pemilik angkringan mengizinkan untuk tinggal karena tidak punya rumah atu kost.

Keberuntung bagi keduanya, Andika bertemu dengan seorang jurnalis yang datang saat mampir istirahat di sela gowes.

Keduanya bercerita, hingga disimpulkan jika Andika adalah sosok anak muda pekerja keras, punya mimpi, tidak patah semangta tapi nasib tak mujur hanya karena tidak punya uang kuliah.

“Saya ketemu mas Candra, lalu dikenalkan dan diajukan pada Pak Harjanto untuk dapat beasiswa kuliah, saya bersyukur dan terimakasih,” katanya, saat menerima beasiswa bantuan dari Marimas di Hall PT Marifood Semarang, Senin 23 Agustus 2021.

Hal yang sama juga terjadi pada Priska, anak kecil periang ini dengan semangatnya jualan onde-onde disekitar komplek perumahan yang didiami bos Marimas, Harjanto Halim.

Harjanto Halim menceritakan, jika dia setiap pagi selalu bertemu dengan Priska yang berjulan onde-onde saat joging pagi.

“Saya selalu bertemu Priska tiap pagi, hingga saya beranikan ngobrol dengan dia tanya rumah dimana, sekolah enggak, dan kenapa jualan,” kata Harjanto Halim.

Saat itu, Harjanto pun melakukan semacam tes kecil pada Priska, dia akan membeli onde-onde tapi tidak membawa uang, akan kembali lagi dan Priska disuruh untuk menunggu.

“Itu sekitar 30 menitan dia menununggu sampai saya kembali, dia masih di lokasi semula, saya tanya kenapa menunggu, apa enggak takut kalau saya menipu, dia hanya jawab ya enggak papa nanti muter lagi jualan,” jelas Harjanto.

Harjanto menyimpulkan pula jika Priska anak yang rajin, di sekolah meski ekonomi keluarga kekurangan karena orang tua korban PHK pandemi Covid, dia cukup berprestasi.

“Usia dia adalah berhak untuk mendapatkan pendidikan dan bermain buka untuk mencari uang, tapi karena orang tau kena PHK maka dia membantu,” kata Harjanto.

Priska dan Andika, keduanya bersama dengan 163 anak SD, SMP, SMA, hingga kuliah mendapatkan beasiswa dalam rangka HUT Marimas ke 26.

Mereka adalah anak-anak warga di sekitar Pabrik Marimas, anak yatim piatu imbas pandemi Covid, anak-anak yang kesulitan biaya sekolah karena orangtuanya terdampak PKH karena pandemi Covid juga.

Ada juga para anak-anak dari almarhum karyawan Marimas yang meninggal dunia saat pandemi Coivid terjadi.

“Jangan sampai anak putus sekolah padahal anak itu mampu untuk bersekolah, mampu untuk kuliah kalau gara-gara tidak punya biaya jadi tidak bisa sekolah itu sangat disayangkan, maka kita bantu,” kata CEO Marimas Harjanto Halim.

“Karena saya tahu bahwa pendidikan bukan satu-satunya jalan tetapi salah satu jalan terbaik untuk mengubah nasib seorang anak bahkan keluarga bahkan bisa mengubah lebih banyak lagi,” lanjutnya.

Selain beasiswa, Marimas juga membagikan sembako sebanyak 2.622 paket yang dibagikan kepada buruh-buruh panggul di Kawasan Industri Candi, tukang parkir, tukang sapu, pedagang-pedagang di sekitar pabrik-pabrik Marimas dan seluruh karyawan Marimas.

Marimas juga memberikan penghargaan kepada karyawan atas masa kerja di Marimas berupa Pin Emas untuk masa kerja 10 tahun

Serta liontin emas untuk karyawan yang bekerja selama 20 tahun serta reward bagi karyawan yang memiliki 100 persen kehadiran.

Harjanto bersyukur meski ikut terdampak pandemi, tapi masih bisa berbagi bersama.

Selama pandemi, Marimas ikut terdampak dimana pasar tutup lebih awal, distributor juga menahan permintaan barang, tim penjualan harus isoman tapi kami bersyukur masih bisa untuk berbagi dan membantu.

“Masa-masa pandemi seperti ini malah penting sekali untuk mengikat silaturahmi, supaya di kondisi seperti ini tetap ada yang memperhatikan dan memberi semangat kepada mereka yang membutuhkan,” kata Harjanto. ***