BERBAGI
Walikota Semarang Hendrar Prihadi larang ASN mudik sanksi TPP potong 100 persen
Walikota Semarang Hendrar Prihadi ingatkan ASN yang mudik akan dikenai sanksi potong TPP 100 persen/Ambar Adi Winarso-Dok.Pemkot Semarang

SEMARANG, Warta Nasional – ASN Semarang nekat mudik, sanksi TPP dipotong 100 persen untuk bulan berikutnya.

Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi pegawai ASN Kota Semarang akan dipotong 100 persen jika nekat mudik Lebaran 1442 H.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau Hendi menyatakan, sanksi berat pemotongan TPP akan diterima ASN jika nekat dan ketahuan mudik Lebaran.

Hendi menegaskan, ASN yang nekat mudik lebaran , TPP nya akan hangus atau dipotong 100 persen pada bulan berikutnya.

“Terkait pelanggaran yang dilakukan ASN jika nekat mudik baik pada saat sidak atau ada laporan warga maka TPP bulan depan kita potong 100 persen” kata Hendi, di Balaikota Semarang, Selasa 27 April 2021.

Sementara bagi tenaga kontrak atau non ASN akan ada sanksi berat yakni pemutusan hubungan kerja (PHK).

Langkah tegas ini diambil oleh Pemkot Semarang guna memutus penyebaran Covid-19 saat libur panjang Lebaran.

Pemkot Semarang juga melakukan pembatasan kerja bagi ASN selama masa pandemi dengan membatasi 50 persen pegawai saat bekerja untuk work from home (WFH).

“Saya sampaikan untuk ASN mulai tanggal 1 mei mulai WFH 50 persen,” katanya.

Sanksi PHK Non ASN

Terpisah, Kepala BKPP Kota Semarang Litani Satyawati, menyatakan bakal ada sanksi teguran sampai PHK bagi pegawai kontrak atau Non ASN.

Hal ini mengacu PP No.53 tahun 2010 tentang disiplin PNS dan PP No.49 tahun 2018 tentang manajemen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.

“Kami ingin menjadikan PNS Kota Semarang sebagai contoh kepada masyarakat dengan tidak mudik. Pemerintah Kota Semarang sendiri telah mengeluarkan surat edaran bernomor B/1637/80/IV/2021,” kata dia.

Pemkot Semarang juga telah mendirikan sembilan pos penyekatan pemudik yang akan diberlakukan bagi pendatang yang nekat mudik masuk Kota Semarang.

Sembilan pos penyekatan pemudik atau pendatang yang mudik akan ada pada daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang.

Sembilan pos penyekatan ini sekaligus pantauan untuk mudik Lebaran 1442 H, dan telah bertambah jumlahnya dengan tahun lalu.

“Tahun lalu empat pos pantau peneykatan, tahun ini kita perbanyak jadi sembilan titik untuk menyekatan pemudik,” kata Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, di Balaikota Semarang, Senin 26 April 2021. ***

Editor: Ambar Adi Winarso