BERBAGI
Mensos Juliari P Batubara dalam kunjungan kerjanya di Jawa Tengah, Jumat (21/11). (Foto: Humas Kemsos)

Warta Nasional – Program Bantuan Sosial Tunai (Bansos Tunai/BST) diperpanjang hingga Tahun 2021. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang belum pernah menerima BST.

Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara yang dilansir laman kemsos.go.id, pada Jumat (20/11) lalu mengatakan, untuk penerima Bantuan Sosial Tunai, saya minta dilakukan validasi ulang agar penerimanya tidak orang yang itu-itu saja. Masih banyak yang membutuhkan.

Perpanjangan program BST ini bertujuan untuk menjaga pemulihan ekonomi nasional sejumlah 10 juta KPM pada 34 provinsi. Adapun anggaran yang disiapkan untuk menyalurkan BST sebesar Rp12 triliun.

Selain Bantuan Sosial Tunai (BST), program bansos pangan program sembako juga diperpanjang untuk 18,8 juta KPM, dengan anggaran yang disiapkan sebesar Rp45,12 triliun.

Keputusan memperpanjang ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama masa pandemi COVID-19 ini. “Saya sebagai Mensos senantiasa berjuang dan selalu berusaha agar para penerima bantuan pada masa pandemi ini tidak bertambah susah karena terkena dampak COVID-19,” jelas Juliari.

Lebih lanjut, Juliari menyampaikan pesan kepada masyarakat yang belum pernah mendapatkan bansos, khususnya yang terdampak COVID-19 dapat mengajukan diri ke pemerintah daerah untuk dilakukan pendataan terlebih dahulu. “Apabila ada yang merasa belum pernah mendapatkan apa-apa (bansos) sama sekali, bisa datang ke dinas sosial atau kantor kecamatan,” ujarnya.

Dengan adanya peran aktif, masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial untuk melaporkan diri ke petugas daerah, imbuhnya.

Maka bantuan bisa diberikan sesuai dengan kriteria dari pendataan yang dilakukan setempat. “Insyaallah melalui pemerintah daerah, kita bisa memberikan bantuan. Tinggal dilihat saja bentuknya apakah tunai, apakah barang, apakah nontunai nanti akan disesuaikan,” pungkas Mensos Juliari P Batubara. (WN)