BERBAGI
Sejumlah Penari Menggelar Tarian Alusing Pandulu, di kawasan Candi Plaosan, Prambanan, Klaten. Selasa (24/11). ( Foto; Humas Pemprov Jateng)

KLATEN, Warta Nasional – Walaupun Banyak Perbedaan bukanlah menjadi penghalang untuk tercapainya sebuah kerukunan. Pesan tersebut yang disampaikan oleh anak-anak yang tergabung dalam Sanggar Kusumo Aji Klaten melalui Pementasan Tari Alusing Pandulu.

Sebanyak empat belas perempuan usia belia mementaskan tarian yang diberi nama Alusing Pandulu pada Selasa (24/11/2020) pagi lalu di Kawasan Candi Plaosan, Prambanan, Klaten.

Berlatar Candi Plaosan atau yang dikenal juga sebagai Candi Kembar merupakan candi dengan arsitektur perpaduan Budha dan Hindu. Hal tersebut merupakan simbol dan bukti bahwa kerukunan telah terjalin sejak dulu.

Ketua Sanggar Kusumo Aji, Tejo Sulistyo menceritakan, bahwa tarian tersebut mengandung makna halusnya hati nurani, yaitu hati yang menerima adanya keberagaman dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

“Karya Tari Alusing Pandulu itu maknanya kehalusan hati nurani. Kita ingin sampaikan melalui karya ini bahwa perbedaan adalah keindahan dan tidak menjadi permasalahan. Sehingga ini yang kita tampilkan melalui tarian supaya Indonesia tetap menjadi NKRI, berbeda-beda suku, berbeda agama tetapi tetap satu Indonesia,” jelas Tejo ditemui usai pementasan.

Terkait persiapan, jelas Tejo, baik para penari dan pengiring gamelan telah melakukan persiapan selama hampir dua pekan. Para penari dan orang tua sangat antusias dalam menampilkan pementasan ini.

“Saya senang sekali dengan semangat mereka, anak-anak kita guyub rukun inilah yang kita harapkan. Mereka sangat luar biasa, karena waktu yang sesingkat itu semangat anak-anak inilah mereka bisa, terutama orang tua juga dukungannya,” imbuh Tejo.

Sementara itu Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten Ety Pusparini berharap dengan adanya even ini potensi kesenian dan budaya Kabupaten Klaten dapat dikenal lebih luas.

“Dengan adanya even bersama ini, wisata seni budaya yang ada di Klaten bisa dikenal oleh masyarakat luas di Soloraya bahkan di kancah internasional,” kata Ety.

Kabid pariwisata tersebut mengungkapan, Klaten memiliki segudang potensi wisata, baik itu wisata alam maupun wisata budaya, termasuk adanya wisata Candi Plaosan yang pada tahun 2019 berhasil menyabet Juara II situs sejarah terpopuler di tingkat nasional.

Pementasan tersebut merupakan bagian dari Even tahunan se- Solo Raya yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah secara virtual dan bekerja sama dengan Media Tribun Jateng.

Gelaran kesenian tersebut diikuti oleh berbagai kabupaten dan kota se-Solo Raya. Penampilan Tari Alusing Pandulu nan apik tersebut dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat Jawa Tengah maupun Indonesia, secara virtual di kanal Youtube Tribun Jateng.